Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Produksi Belum Penuhi Permintaan, Ekspor Pisang Grecek Kutim Masih Terbatas

Katinting.com, Sangatta – Meski berhasil menembus pasar internasional, ekspor pisang kepok grecek asal Kutai Timur (Kutim) masih dihadapkan pada tantangan kapasitas produksi yang belum maksimal. Permintaan dari luar negeri, termasuk Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS), terus meningkat, namun pasokan dari petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Masih berlanjut ekspornya, tapi jumlahnya tidak sebanyak pasokan ke pasar dalam negeri,” ucapnya.

Menurut Wahyudi, produksi yang ada kini difokuskan untuk menjaga kualitas agar tetap sesuai standar internasional. Pemerintah juga membuka ruang bagi pelaku usaha yang ingin terlibat dalam ekspor.

“Kalau ada pelaku usaha yang ingin mengekspor, kami persilakan. Pemerintah siap mendampingi agar hasilnya tetap berkualitas,” katanya.

Ia menegaskan jika Kecamatan Kaliorang menjadi sentra utama dengan kontribusi terbesar terhadap total produksi pisang kepok grecek Kutim. Dari luas lahan 1.724 hektare, daerah tersebut menyumbang sebagian besar dari total produksi sekitar 88 ribu ton per tahun.

“Namun, untuk mengejar skala ekspor besar, pemerintah masih perlu memperluas area tanam dan memperkuat sistem produksi,” sebutnya.

Terkait, upaya peningkatan produktivitas dilakukan dengan menambah sekitar 250 hektare lahan baru di wilayah Kaubun, Bengalon, dan Long Mesangat. Pemerintah juga menaruh harapan besar pada Pelabuhan Maloy sebagai simpul logistik ekspor agar proses pengiriman menjadi lebih efisien.

“Kalau distribusi sudah bisa langsung melalui Pelabuhan Maloy, tentu akan sangat membantu efisiensi waktu dan biaya.Pemerintah optimistis dalam waktu dekat kapasitas produksi Kutim dapat ditingkatkan, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar global yang terus tumbuh,” tutupnya.(Adv)

Share: