
Mamuju, Katinting.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Mamuju melakukan pelayanan kesehatan gratis kepada para penyintas gempa yang mengungsi di Jalan Nuri, Lingkungan Kurungan Bassi, Kelurahan Karema, Mamuju melalui kegiatan PKB Peduli.
Selain pelayanan kesehatan gratis, PKB juga menyalurkan bantuan logistik berupa berasa, Indomie dan air mineral dari Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Ami.
Pelayanan kesehatan gratis ini disambut antusias oleh para penyintas gempa, pengungsi maupun masyarakat setempat. Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi pelayan kesehatan. Sebanyak 54 masyarakat yang datang memeriksa kesehatannya
“Kegiatan ini melibatkan Tim dokter dari Jakarta dan dari NU Peduli. Dibantu oleh relawan-relawan pemuda Lokal dari Komunitas Pemuda Kurungan Bassi. Kegiatan ini disupport penuh Oleh Muhaimin Iskandar alias Gus Ami,” kata Ketua DPC PKB Mamuju, Bakri Bestari, Jumat (22/1).

Bakri Bestari menuturkan pelayanan kesehatan dan bantuan logistik ini akan terus dilaksanakan posko-posko pengungsian yang tersebar di lima Kecamatan yakni, Kecamatan Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat dan Kalukku.
“Ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai kader-kader PKB. Apalagi, sesuai dengan instruksi Gus Ami bahwa kami harus selalu jadi garda terdepan untuk masyarakat apalagi dengan adanya bencana gempa ini.
Salah satu Dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan, dr. Arif MZ mengatakan rasa pengungsi yang diperiksa menderita sakit maag, sakit pinggang dan darah tinggi.
“Darah tinggi karena mungkin konsumsinya akhir-akhir ini mungkin banyak makan ikan asin, sakit pinggang banyak juga akibat dari tertimpa benda-benda ketika gempa. Kalau sakit maag mungkin dia sempat kelaparan sebelumnya, mungkin,” kata dr. Arif.
dr. Arif yang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung ini menuturkan pada saat pemeriksaan tadi, juga ditemukan pasien yang penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Sehingga diharapkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
“Itu harus ada pemeriksaan berkala. Jadi yang bisa kita obati, diobati. Yang tidak bisa kita obati kita berikan obat sementara, dan kita sarankan mencari pengobatan yang fasilitas nya lebih lengkap,” tutup dr. Arif.
(Zulkifli)






