Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, saat melakukan peletakan batu pertama, pada pembangunan rumah layak huni, untuk penyintas banjir tahun 2018 di Desa Tabolang,, Kec Topoyo. Rumah layak huni ini bantuan dari program Membara. (Dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mateng, Katinting.com – Salah satu program inovasi andalan di Pemkab Mamuju Tengah, yakni Membangun Rumah Rakyat (Membara), yang telah dijalankan dari tahun 2020 lalu, terus bergeliat memberikan bantuan rumah bagi warga kurang mampu.

Kali ini, program inovasi yang melibatkan beragam stakeholder didalamnya, mulai dari Baznas, Pemkab dan Swasta serta TNI/Polri, kembali menyalurkan bantuan rumah layak huni, kepada keluarga Sahtum dan keluarga Mannatang warga yang berdomisili di Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, yang merupakan penyintas banjir tahun 2018 lalu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Paisal Anwar, Selasa (21/06) menuturkan bahwa hingga tiga tahun berjalannya program ini, yang sumber anggarannya dari berbagai dermawan di wilayah Mamuju Tengah, sudah sebanyak empat target sasaran penerima manfaat yang dibangunkan rumah layak huni.

“Jadi sudah ada empat keluarga mendapatkan kesempatan dibangunkan rumah layak huni, dua sasaran penerima manfaat ada di wilayah Desa Tabolang ini,yang merupakan korban banjir pada tahun 2018 lalu” tutur Paisal usai peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni ini.

Sementara itu, Kapolres Mamuju Tengah AKBP Amri Yudhy S, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Mamuju Tengah, karena di kesempatan jelang peringatan puncak HUT Bayangkara ini, Polres Mamuju Tengah, diberikan ruang ikut berpartisipasi dalam program Membara yang menjadi program inovasi andalan Pemkab Mamuju Tengah.

“Tentu bagi kami di jajaran Polres Mamuju Tengah, ini adalah sebuah bentuk penghargaan kepada kami, terlebih kemudian kesempatan berdekatan dengan momentum puncak peringatan Hari Bayangkara” ujar Amri.

Apresiasi datang dari Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras, Ia berharap kedepan program ini dikemas lebih baik lagi, agar program kita yang lahir dari inovasi di Mamuju Tengah ini, bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Sebab bukan tak mungkin inovasi seperti ini, punya reward dari pemerintah pusat, nah, ini menjadi tantangan kita bersama kedepan, bukan hanya Disperkim Mamuju Tengah, juga bagi dinas lainnya, agar dapat membuat program inovasi yang baik” harap Arsal.

Baca juga : Mimpi Keluarga Nurhayati Terwujud 

Terpisah dalam sambutannya, Sekertaris Kabupaten Mamuju Tengah Askary Anwar, menjelaskan program Membara ini adalah program strategis Mamuju Tengah melalui Disperkim dan program ini sudah berlangsung 3 tahun hingga hari ini.

“Dan hari ini, sebagai bagian dari Pemkab Mamuju Tengah, ikut memeringati Hari Bayangkara ke 76 Tahun, kita juga mengajak jajaran Polres Mamuju Tengah dan unsur TNI di Mamuju Tengah, melibatkan diri bersama sama dalam program ini” jelas Askary.

Ia menegaskan bahwa program Membara ini, sudah mendapatkan pengakuan ditngkat pemerintah pusat, dan menjadikan Mamuju Tengah, sebagai salah satu daerah di Sulbar terinovatif.

“Dan itu berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri, karenanya berangkat dari semangat ini, kita juga terus mendorong OPD lainnya, untuk menggagas inovasi terbaiknya, dalam rangka memberikan upaya layanan terbaik kepada masyakat, seperti hari ini, kita kembali membangun dua rumah untuk dua keluarga penyintas banjir beberapa waktu lalu” pungkas Askary.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan

Comment