Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pencarian Korban dengan Metode Supranatural

Tobara Topoyo, saat dipapah meninggalkan lokasi pencarian di tepi Sungai Budong budong, Mamuju Tengah. (Dok. Fhatur Anjasmara)

Laporan : Fhatur Anjasmara di Mamuju Tengah

Nasrun (20) korban terseret air Sungai Budong budong, hingga 30 jam lamanya, belum jua ditemukan, sejak dinyatakan hilang terseret arus sungai pada Sabtu (30/1).

Sehingga tim gabungan dibawah kendali Basarnas Mamuju, beserta Tagana Dinsos Mamuju Tengah, TRC Mamuju Tengah, kemudian menyusul PMI Mamuju Tengah dan relawan dari masyarakat pribumi, hingga Minggu (31/01), pada pencarian hari kedua belum juga membuahkan hasil. Sebab, Nasrun belum ditemukan.

Tentu kondisi belum ditemukannya korban, memantik keinginan sebagian masyarakat, agar dilakukan metode lain dalam pencarian korban terseret arus sungai Budong budong, melalui metode supranatural yang diyakini sebagian masyarakat sebagai upaya menghormati kearifan lokal.

Sehingga, pada Minggu, jelang sore sekira pukul 15.00, didatangkanlah salah seorang tetua hadat di Topoyo, yang lazim disebut Tobara, dengan tubuh yang cukup udzur dan jalan yang sudah ringkih, dipapalah Tobara menuju tepi sungai, pada area titik dimana korban dinyatakan hilang terseret arus.

Tentu bagi Katinting.com, yang menjadi salah satu penyaksi didatangkannya Tobara ke area pencarian disekitar lokasi hilangnya korban bernama Nasrun, cukup mahfun dengan proses tersebut, meski kemudian prosesnya tak mampu tertangkap nalar, namun ini cukup memberikan gambaran bahwa tidaklah kemudian kita sedang berada diarea yang jarak dan warnanya jelas, tapi kita juga sesungguhnya berdampingan dengan dunia abstrak yang tak kasat pada pandangan kita sebagai awam.

Sungguh aneh dalam nalar, tapi faktual dalam keyakinan, Tobara dalam proses komunikasinya dengan alam abstrak ini, hanya berada diatas, salah satu gundukan batu di tepi sungai, sembari duduk berjongkok dan menepuk nepuk air dengan jarinya, komat kami bibirnya memberitahukan sedang merapal mantera yang tidak terdengar oleh siapapun di dekatnya.

Meski tak sampai 10 menit, tapi suasana tampak hening, walaupun kemudian di area tersebut sedang berjubel warga, yang sedari pagi silih berganti, datang menyaksikan proses pencarian oleh tim pencari, tapi diamnya Tobara, saat merapal mantera sangat membius warga yang berjubel dilokasi itu.

Lalu setelah prosesi usai, Tobara, meluruskan pandangannya kedepan, menatap arah barat dari sungai Budong budong, lalu berucap sekali dengan dua kata, “Tunggu Besok” Kata Tobara, dan kemudian meminta pamit untuk di papah kembali meninggalkan tepi sungai.

Seketika, tanpa diperintah, satu persatu warga meninggalkan lokasi mereka menyaksikan pencarian, bahkan relawan pencari dari kalangan pribumi pun juga menghentikan upaya pencarian, dan pulang istirahat, meski waktu masih cukup panjang tiba di waktu petang.

Dan akhirnya, pasca proses supranatural yang dilakukan oleh Tobara, Katintng.com mendatangi sejumlah titik kumpul warga yang menyaksikan pencarian, tertangkap di wajah wajah mereka pengharapan yang tak sampai, karena dari mulut kemulut, begitu cepat, pesan Tobara sampai kemereka, dan mereka pun meninggalkan tempat mereka, tidak terkecuali di Posko Tim Pencari yang berjarak 500 meter dari titik korban dinyatakan terseret arus ke arah barat sungai, tampak juga para tim pencari, seolah teleh mengetahui pesan yang disampaikan oleh Tobara, sehingga mereka juga lebih cepat sejam berhenti melakukan aktivitasnya di sungai.

Ini kemudian sangatlah menarik, karena, pada hari pertama pencarian, satu dua orang, baik diminta lansung maupun tidak diminta, secara sukarela melakukan pencarian dengan metode yang nyaris sama oleh Tobara, juga tiba pada kesimpulan bahwa korban tak sedang terseret arus karena tidak lihainya korban berada di air, tapi korban sedang berada di dimensi ruang dan waktu yang berbeda secara kasat mata di saksikan oleh awam.

Hal ini juga menjadi kesimpulan Tobara, bahkan Tobara, lebih detil menyampaikan posisi dimana mestinya tim pencari melakukan pencarian korban pada esok harinya. (baca Senin 1 Februari 2021), agar lebih mudah menemukan korban, dan korban tidak sedang dimangsa oleh predator yang juga ada di sungai Budong budong, tapi sedang berada diruang yang korban tak bisa tinggalkan kecuali atas kehendak yang tak kasat mata.

Tapi selebihnya kembali pada yang kuasa, kita tunggu pencarian esok, semoga kita segera dapat menemukan Nasrun untuk segera diurus oleh keluarganya. Wallahualam Bissawaf, sebab tiada kehendak selain kehendak Allah SWT atas takdir manusia itu sendiri, tak terkecuali Nasrun. (**)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat