Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pelatihan Kompetensi BLK Sulbar Siapkan Generasi Muda Siap Kerja

Puluhan calon peserta pelatihan berbasis kompetensi angkatan IV mengikuti ujian tertulis yang diselenggarakan oleh BLK Sulbar. (Dok. Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sulbar, menggelar tes tertulis dan wawancara bagi puluhan calon peserta pelatihan berbasis kompetensi angkatan ke VI. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung dari 4 Juni hingga 21 Juli 2024.

Empat jurusan yang ditawarkan dalam pelatihan ini adalah Desain Grafis, Konten Kreator, Pengolahan Ikan, dan Residential AC.

Kepala BLK Sulbar, Andi Farid Kusno, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada generasi muda Sulbar yang ingin menambah pengetahuan dan keterampilannya.

“Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta agar siap bekerja, baik di perusahaan swasta maupun negeri, atau bahkan memulai usaha mandiri,” kata Andi Farid Kusno kepada Katinting.com pada Selasa, 28 Mei 2024.

Andi Farid menambahkan bahwa pada tahun 2024 ini, BLK telah melaksanakan kegiatan pelatihan serupa sebanyak lima kali dengan sekitar 20 jurusan yang berbeda. Tahun depan, pihaknya berencana menambah jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kerja sama dengan SMK 1 Topoyo telah kami lakukan untuk jurusan otomotif. Kami juga berencana membuka jurusan teknik elektronik untuk perbaikan TV dan kulkas, serta servis handphone. Selain itu, kami akan membuka jurusan lain seperti marketing yang merupakan bagian dari bisnis dan manajemen,” jelasnya.

Andi Farid menghimbau putra-putri Sulbar untuk mengikuti kegiatan ini dalam rangka pengembangan keterampilan, yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

“Setelah menyelesaikan pelatihan selama satu bulan, peserta akan mendapatkan dua sertifikat: satu dari BLK dan satu lagi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlaku di seluruh Indonesia dan bahkan bisa digunakan di luar negeri,” ungkapnya.

Dari 161 calon peserta yang mendaftar secara online, hanya sekitar 50 persen yang hadir saat tes tertulis dan wawancara. Andi Farid menyayangkan hal ini mengingat semua fasilitas di BLK, termasuk modul, pakaian olahraga, seragam pelatihan, dan konsumsi, disediakan secara gratis.

“Ini sangat disayangkan karena pelatihan ini sepenuhnya gratis. Kami berharap ke depan, lebih banyak peserta yang dapat memanfaatkan kesempatan ini,” pungkasnya.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat