Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pekan Pemuda Kutim Ditutup, Ardiansyah Puji Kreativitas Generasi Muda

Katinting.com, Sangatta – Senja yang merayap turun di Lapangan Helipad Bukit Pelangi seolah menjadi tirai penutup bagi gelaran Pekan Pemuda KNPI Kutai Timur. Di bawah cahaya lampu panggung yang berpendar, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menutup kegiatan tersebut sambil menyebutnya sebagai momentum yang “melampaui bayangan awal”, sebuah gambaran ironi manis tentang kegiatan yang berkembang jauh lebih besar daripada yang direncanakan.

Ribuan warga memadati area helipad pada Sabtu malam (15/11/2025), menyaksikan berbagai penampilan sekaligus mendengar apresiasi Bupati terhadap kreativitas generasi muda. Ardiansyah menjelaskan bahwa beberapa bulan sebelumnya, pengajuan Pekan Pemuda hanya tampak seperti kegiatan biasa. Namun kenyataannya, acara tersebut menjelma menjadi ruang ekspresi yang menampilkan karya pelajar, remaja, komunitas seni, hingga para pegiat budaya. Penghargaan pun diberikan kepada penggerak pariwisata, pelestari budaya, hingga pembuat konten seperti short film yang dinilai memberi nilai tambah bagi perkembangan kreativitas lokal.

“Dua kata bagi saya, luar biasa. Saya tidak menyangka beberapa bulan yang lalu mereka menghadap Bupati ingin mengadakan pekan pemuda. Dalam benak saya, seperti biasa saja. Tapi ternyata di dalam pekan pemuda ini ada agenda kreativitas yang melibatkan pemuda hingga pelajar dari berbagai latar belakang,” ujar Ardiansyah.

Ia kemudian menegaskan bahwa Pekan Pemuda bukan hanya ajang seni, tetapi juga simbol persatuan organisasi kepemudaan di Kutai Timur. Di saat banyak daerah masih menghadapi perpecahan versi KNPI, Kutim justru berhasil menyatukan semua pihak dan menjadikannya kekuatan untuk pembangunan SDM serta penguatan ekonomi masyarakat.

Ardiansyah menyoroti ekonomi Kutai Timur yang tumbuh pesat berkat batu bara, minyak, dan sawit, namun belum memberikan pemerataan manfaat bagi masyarakat. Ia menekankan perlunya perubahan orientasi pembangunan agar lebih padat karya, bukan padat modal. Karena itu, ia mendorong pemuda untuk masuk ke sektor pertanian, UMKM, dan industri rumahan guna memastikan kegiatan ekonomi lebih inklusif.

“Saya mendorong bahwa sumber daya alam di Kutai Timur ini harus dikelola oleh masyarakat, bukan lagi padat modal tapi padat karya. Supaya manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita bangga pertumbuhan ini luar biasa, tapi sedih karena tidak merata,” tambahnya.

Program Komite Tani Muda (KTM) yang merupakan sinergi Pemkab Kutim dan DPD KNPI disebutnya sebagai salah satu langkah konkret untuk melibatkan pemuda dalam mengolah potensi daerah secara berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memberi apresiasi terhadap soliditas KNPI Kutai Timur. Ia menilai harmonisasi organisasi yang terjadi di Kutim dapat menjadi contoh bagi KNPI di provinsi maupun nasional.

“Kalau menurut saya, KNPI Kutai Timur ini harus menjadi contoh bagi KNPI Kalimantan Timur. Mereka mampu menyatukan perpecahan KNPI yang ada di Indonesia dan menjadi satu di Kutai Timur,” tutur Seno.

Ia juga mengapresiasi kreativitas dan inovasi pemuda di Kutim. Ia berharap pemuda di Kutim lebih siap menghadapi IKN.

“Saya melihat mereka terus berinovasi dan berkreasi ini penting untuk menyambut IKN dan Indonesia Emas 2045. Kita harus siapkan generasi yang unggul,” tutupnya.

Ketua DPD KNPI Kutim, Avivurahman Al Gazali, menambahkan harapannya agar penyelenggaraan Pekan Pemuda tahun berikutnya bisa lebih baik.

“Kami tidak berhenti di sini, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah Kutai Timur dan mengawal 50 program pemerintah Kutim Hebat,” ujarnya.

Acara penutupan ditutup dengan penampilan Band Vagetos yang membuat ribuan pengunjung turut bernyanyi, menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh warna sejak awal. (ADV).

Share: