oleh

PDAM Tirta Manakarra Mamuju Pertahankan Predikat Baik

-Mamuju-230 Dilihat
banner 728x90
Muh. Nur, Se., Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju. (RA)

Mamuju, Katinting.com – PDAM Tirta Manakarra Mamuju adalah perusahaan milik daerah yang beroperasi pada pelayanan air bersih, yang terus bergerak dan diharapkan mampu memenuhi ketersediaan air bersih wilayah Kabupaten Mamuju.

Sepanjang tahun 2018 PDAM Tirta Manakarra Mamuju mencatatkan kinerja baik.

Direktur PDAM Tirta Manakarra, Muh. Nur, SE, menyampaikan, setiap tahunnya, PDAM Tirta Manakarra terus memacu target untuk memaksimalkan pelayanan, hingga pada penghujung tahun 2018 mampu mempertahankan kinerja baiknya, bahkan lebih baik dari tahun 2017 lalu. Ungkapnya beberapa waktu lalu.

Muh. Nur menjelaskan beberapa indikator yang mengantarkan PDAM Mamuju pada capaian kinerja terbaiknya, diantaranya, pembenahan tingkat kehilangan air, peningkatan SDM dengan berbagai kegiatan upgrading kompetensi karyawan, hingga peningkatan respon dan tanggapan terhadap permasalahan dilapangan.

“Dari hasil audit kinerja tahun ini, kami mencapai peningkatan kinerja hingga 6 digit dari tahun lalu. 2017 lalu, kami ada diangka 3,39 dan tahun ini alhamduulillah kami dapat mencapai angka 3,93,” ungkap Muh. Nur, SE.

Pihaknya menjelaskan, dalam hal perolehan hasil kinerja ini, jika diukur dari tingkat kesehatan PDAM, sangat sulit memperoleh peningkatan kinerja bahkan 1 digit saja. Namun pihak PDAM Mamuju mampu mengangkat kinerjanya hingga 6 digit.

“Jika ini dapat kami pertahankan ditahun 2019 mendatang, maka PDAM Mamuju akan masuk dalam jajaran 5 besar PDAM terbaik di Indonesia, baik kecil, menengah maupun besar,” ujar Muh. Nur.

Tak hanya itu, dari sisi rasio keuangan, PDAM Mamuju juga mampu menjaga stabilitas keuangan perusahaan sehingga tidak terpengaruh terhadap perubahan harga dan kondisi ekonomi nasional.

“Dari sisi keuangan, tahun ini kami tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh perubahan harga-harga maupun kondisi ekonomi saat ini. Sehingga kami masih sanggup melakukan berbagai investasi dalam hal perluasan dan peningkatan pelayanan,” lanjut Muh. Nur.

Dalam hal pelayanan dan perluasan wilayah, PDAM Tirta Manakarra masih kesulitan atas keterbatasan infrastruktur pengolahan air, sehingga beberapa wilayah masih harus mendapatkan pelayanan dengan penjadwalan.

Hal inilah yang terus didorong pada tahun 2019 mendatang, pihaknya akan memastikan bahwa tahun 2019 ini, PDAM Tirta Manakarra mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk penambahan kapasitas pengolahan, sehingga tidak ada lagi wilayah yang dilayani dengan penjadwalan.

(Rls/Ra)

Bagikan

Komentar