oleh

Meresahkan, Pasca Banjir Pangngalloang, Hewan Predator Merangsek ke Pemukiman Warga

banner 728x90

 

Mateng, Katinting.com – Beberapa hari terakhir sejumlah wilayah Mamuju Tengah, terdampak banjir luapan sungai Budong budong, akibat hujan yang turun cukup deras dari hulu sampai hilir.

Namun pasca beberapa pemukiman warga terendam air luapan sungai Budong budong, tidak terkecuali diwilayah Desa Pangngalloang, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, beberapa dusun yang pernah terendam, warganya mengalami keresahan, karena kemunculan hewan predator yang sewaktu waktu mengancam kesemalatan jiwa manusia.

Bahkan dari informasi warga kepada laman ini, meski hewan predator yang muncul masih tergolong hanya sekira satu meter, tapi tentu tidak menutup kemungkinan juga yang berukuran besar naik ke pemukiman warga, saat air meluap ke pemukiman.

“Tentu ini sangat meresahkan kami warga Karacang, karena di dusun tetangga juga sudah ada muncul hewan predator ini, berarti memang hewan predator ini masuk ke pemukiman saat bajir beberapa hari lalu” ungkap Salim salah seorang warga Karacang, Ahad (15/05)

Terpisah, Kepala Desa Pangngalloang, Herman, saat dihubungin laman ini, membenarkan bahwa beberapa hari pasca banjir melanda Pangngalloang, sejumlah warga menyaksikan kemunculan hewan predator berjenis buaya.

Katanya, hampir setiap hari warga melihat hewan ini berada di parit, baik parit jalan maupun parit kebun warga, bahkan di perlintasan penghubung Bayor – Pangngalloang, tepatnya di Dusun Talodo, Malam minggu , seekor buaya berukuran kurang lebih dua meter melintas.

“Sehingga beberapa pengguna jalan, warga Pangngalloang baik yang dari ibukota desa maupun dari luar desa hendak masuk desa, sempat terhenti membiarkan hewan tersebut melintas, kondisi ini tentu meresahkan warga kami” beber Herman.

Untuk itu, dari hari pertama pasca banjir sudah mengingatkan warga untuk tidak sesering mungkin beraktivitas diluar rumah pada malam hari apalagi tanpa penerangan, guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

“Kami juga sudah meminta aparat desa, ditingkat dusun untuk tetap mengontrol wilayahnya atas keresahan warga karena kemunculan buaya ini, sembari kami juga berupaya berkoordinasi ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), semoga ini bisa tertangani dengan baik” pungkas Herman.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan

Komentar