oleh

Malam Purnama Penuh Gairah (Part. 2)

banner 728x90

 

Oleh : Fhatur Anjasmara

Dari penunjuk waktu yang tertera di dashboard, baru saja menunjukan pukul 00.00 saat kendaraan yang kusetiri berbelok masuk ke halaman parkir rumah kosan, yang telah kutinggali kurang lebih enam tahun, tentu di malam tertentu, area parkir di tempat ini, kadang sesak, karena beberapa pasang penghuni kosan ini, memilih menghabiskan akhir pekan, karena sebagian pasangan yang menghuni kamar, adalah pekerja yang berada di luar kota Manakarra, sehingga kala akhir pekan, mereka kembali ke kota ini menemui pasangan mereka.

Seperti malam ini, beruntungnya, karena Saya selalu memilih memarkirkan kendaraan Saya, tak jauh dari pintu keluar, sehingga saat Saya akan keluar dari parkiran kosan, Saya dengan mudah bisa mengeluarkan kendaraan Saya, dan Satpam pengjaga kosan ini, memang selalu memastikan, tak ada penghuni lain yang mengambil tempat parkir Saya, kendati kemudian Saya keluar untuk beberapa lama, membuat Saya tidak kuatir dengan kondisi parkiran penuh saat kembali, tentu dengan tips, Saya kalau pulang membawakan rezeky perut bagi Satpam, sehingga mereka juga sudah paham apa tugasnya dalam melayani penghuni kosan.

Hanya saja repotnya kali ini, Karena Nayarra yang ikut bareng numpang makan malam, malah tertidur, dengkuran halus khas perempuan, terdengar jelas di kuping Saya, membuat Saya enggan mengusik tidurnya, meskipun kami telah tiba di parkiran kosan. Akibatnya, Saya memutuskan untuk berdiam saja di dalam mobil, sembari memutar musik santai dari pemutar musik di dalam mobil, dan Saya pun menyetel sedikit sandaran kursi Saya, sedikit rebah, dan menaikkan kaki di atas dashboard.

Mungkin menyari ketidakbiasaan Saya, saat tiba di parkiran, beberapa lama Saya tak keluar dari mobil, sehingga Erick, Satpam yang bertugas malam ini, menyambangi Saya, mengetuk kecil kaca mobil Saya. Ketukan kecilnya, membuat Saya menengok ke kaca, menyadari kehadian Satpam, Saya menurunkan kaca mobil setengah dan menyapa Satpam.

“Ya Erick, kenapa ?….” tanyaku saat melihat kepala Satpam sudah berada tepat di atas kaca mobil Saya.

“Maaf Pak, Saya hanya mengontrol, takutnya kenapa kenapa, soalnya bapak Irvan, tidak biasanya berlama lama di parkiran, saat bapak tiba di parkiran, biasanya bapak, lansung keluar usai merapikan kendaraannya, makanya ke sini mengontrol pak” kilah Erick, sembari agak senyum tersipu, sebab baru saja menyadari pandangannya, melihat sesosok perempuan yang juga kebetulan penghuni kosan yang terlelap tepat di kursi di samping Saya.

Saya pun kemudian memahami maksud Satpam, lalu Saya sampaikan, bahwa sedari tadi diri Saya, hendak meninggalkan tempat parkir, tapi perempuan di sebelahnya sedang tertidur pulas, maka Saya tidak enak membangunkannya. Tapi, Erick malah memberikan ide gila…

“Kenapa tidak di gendong saja pak ke kamarnya, kan sudah larut juga pak, kasihan juga kalau Dia sampai tertidur begitu di mobil” terang Erick.

Tentu ide gila Erick si Satpam ini, masuk akal juga bagi Saya, sehingga dengan menganguk, usai mendengarkan saran Satpam, Saya pun segera keluar dari mobil dan menuju ke arah di mana Nayarra sedang tertidur pulas.

Dengan penuh keyakinan, Saya pun mulai membuka pintu, di bantu oleh Satpam menutupnya kembali, Saya menggendong Nayarra, dalam benak Saya berkata “nyenyak juga tidur perempuan ini, karena orang berbicara dengan suara sudah cukup keras di sampingnya tapi tak bangun” bathinku.

Betapa terkejutnya kemudian Saya, karena ternyata Nayarra hanya membungkus tubuhnya bagian atas dengan switer rajutan plus tengtop sebagai dalaman, Ia tidak menggunakan kutang, sehingga saat mengangkatnya, lengan Saya bagian atas merasakan lansung ke kekenyalan dari buah dadanya, karena tak sengaja, saat dalam posisi lengan bawah Saya memanggulnya sambil berjalan menuju kamar, Ia memiringkan dirinya, ke arah dadaku, sehingga buah dadanya tepat menempel di lengan atasku.

“Hemm… tubuh perempuan ini, nyaris tak jauh berbeda dengan tubuh Aline, mulus dan putih, pesonanya saat tidurpun sungguh luar biasa” gumanku sedikit liar.

(Bersambung…Hayo pada mikir apa kalian ya ???,  Sabar… kita ketemu pekan depan lagi)

Bagikan

Komentar