Unjukrasa damai mahasiswa depan Kantor Polres Mamuju
Unjukrasa damai mahasiswa depan Kantor Polres Mamuju
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan, kembali melakukan aksi damai meminta Polres Mamuju segera menuntaskan tindakan penganiayaan oleh 9 oknum anggota kepolisian Polres Mamuju terhadap salah satu aktifis FPPi yang juga mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju atas nama Tri Sutrisno alias Sutris.

BACA JUGA : https://katinting.com/fppi-minta-kapolda-sulbar-turun-tangan/

Aliansi yang terdiri dari FPPI, PMII, BEM Unika, GMNI, BEM Poltekes dan IPM Polman memulai aksinya diperapatan jalan Ahmad Kirang Mamuju dikawal sejumlah polisi berpakaian seragam dan berpakaian biasa.

Korlap Aksi Ibnu Imat Totori, mengatakan aksi yang dilakukan kali ini untuk meminta kejelasan dan mendesak kasus tersebut segera dituntaskan serta tidak ditunda-tunda, “Kami beberapa kali melakukan aksi menuntut untuk cepat menyelesaikan kasus ini, tetapi hingga saat ini Kapolres cenderung melindungi anggota mereka yang melakukan pengeroyokan, mereka membuat kasus ini bertele-tele dan pasal 170, 131 ayat 1 yang diberikan itu meringankan tersangka, demikian perlakukan penyidik dengan mengeluarkan alasan terhambatnya kasus ini diakibatkan hasil visum dari korban belum diterima oleh penyidik, sungguh tidak rasional padahal ini sudah lama bergulir di Polres Mamuju,” ungkap Imat kepada Katinting.com.

Dalam poin tuntutan aksinya mahasiswa ini menuntut untuk ditegakkan supremasi hukum, tidak ada lagi tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswa dan masyarakat. Selain itu juga menuntut Kapolda Sulbar untuk menekan Polres Mamuju menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas serta, mencopot Kapolres Mamuju dan memecat oknum polisi Polres Mamuju yang melakukan pengeroyokan.

Sambung mahasiswa dalam tuntutannya aksinya, meminta agar proses hukum yang dilaporkan itu tidak ditunda-tunda, segera mengambil hasil visum untuk diproses secepatnya untuk bisa dilimpahkan kekejaksaan. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Deskripsi gambar...