banner 728x90

Pendemo Desak Kapolda Sulbar Tuntaskan Kasus Penganiayaan Mahasiswa STIE Mamuju

banner 728x90
Demo Depan Kantor Polisi Mamuju

Demo Depan Kantor Polisi Mamuju

Mamuju, Katinting.com – Meski hujan deras dan berpuasa, puluhan mahasiswa dari aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan Aparat melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Polres Mamuju (Rabu, 15/06), yang berlangsung sekira pukul 16.30, menuntut kejelasan dan penuntasan kasus penganiayaan mahasiswa STI Muhammadiyah Mamuju yang dilakukan 9 orang oknum polisi 22 Mei 2016 lalu.

Kasus tersebut telah dilaporkan dan berproses di Polres Mamuju, namun menurut pengunjukrasa dalam prosesnya, terkesan lambat dan Polres Mamuju melindungi anggotanya. “Polres Mamuju harus segera menuntaskan kasus ini dan jangan ada kesan ditunda atau diperlambat, siapa pun dia harus bertanggungjawab untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Imran Habir dari GMNI Mamuju.

Sedangkan Sukiman dalam orasinya meminta kepada Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto MS.i, untuk mencopot Kapolres Mamuju Eko Wagiyanto karena dianggap tidak bisa menganyomi anggotanya sehingga melakukan pengeroyokan terhadap warga sipil.

BACA JUGA : http://katinting.com/mahasiswa-desak-penyelesaian-kasus-penganiayaan-oleh-oknum-polisi/

“Kalau Kapolres tidak bisa menyelesaikan kasus ini, kami minta Kapolda untuk mencopot Kapolres Mamuju karena tidak bisa menganyomi anggotanya, kita tidak mau kejadian ini terulang, seperti kasus 98, ini rezim reformsi jangan adalagi kasus kekerasan, ini bukan orde baru,” tutur Sukiman yang juga ketua PKC PMII Sulbar dalam orasinya

Sementara itu dari FPPI juga menegaskan, siapa pun dia harus diproses sesuai hukum yang berlaku, jangan ada tebang pilih dan dibeda-bedakan, jangan ada tindakan arogansi melindungi pelaku kriminal, apalagi itu oknum polisi yang lebih paham dan mengerti hukum. “Jadi tidak ada kata damai kasus ini harus dituntaskan,” kata Nirwansyah.

Sementara itu Korlap Aksi, Ibnu Imat Totori menuturkan, mangkraknya sejumlah kasus di Polres Mamuju adalah sejarah lama, dimulai dari kasus Narkoba sampai dengan kasus pidana pemukulan, sehingga ia mendesak hal tersebut tidak terulang dengan meminta Kapolda Sulbar turun tangan menangani kasus penganiayaan mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju.

Sempat terjadi ketegangan dalam aksi ini, ketika Waka Polres Mamuju Kompol Andri, mendatangi pengunjukarasa menantang berdebat persoalan hukum, yang menurutnya proses kasus tersebut telah diproses, berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta meminta kepada para mahasiswa untuk mengerti dan memahami hukum.

Jelang berbuka puasa, aksi ini kemudian membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali melakukan aksi setiap sore hari untuk mengawal kasus tersebut sampai tuntas. (Anhar Toribaras)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.