Muhaimin saat berada di Kantor KPK RI. (Ist)
banner 728x90

Jakarta, Katinting.com – Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) terkait mandeknya kasus dugaan gratifikasi di Kabupaten Polewali Mandar.

Muhaimin Faisal, Direktur Eksekutif LPKP, menjelaskan bahwa KPK RI sebelumnya telah memanggil Andi Ibrahim Masdar (AIM), mantan Bupati Polewali Mandar, serta sejumlah pejabat dan mantan pejabat terkait dugaan gratifikasi dalam pembahasan dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016-2017.

Pemanggilan ini tercantum dalam surat KPK No. R-950/22/11/2020 yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Penindakan, Direktur Penyelidikan Endar Priantoro.

Tim penyidik KPK, telah memeriksa sejumlah anggota DPRD Polewali Mandar serta pejabat dan mantan pejabat Pemda di Aula Mapolres Polewali Mandar pada 19 November 2020. Setelah itu, tim penyidik mendatangi Kantor Bupati Polewali Mandar dan membawa sekoper serta beberapa kardus dokumen. Sebanyak 20 nama telah diperiksa, baik dari legislatif maupun eksekutif Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

Namun, yang menjadi sorotan LPKP Sulbar adalah Andi Ibrahim Masdar yang mangkir dari pemeriksaan tim penyidik KPK-RI.

“Kasus ini mencuat di tengah berbagai dugaan gratifikasi yang menerpa internal KPK-RI di bawah kepemimpinan Firly Bahuri. Masyarakat Sulawesi Barat menduga adanya gratifikasi dalam kasus ini, terutama karena janji KPK-RI melalui juru bicaranya, Ali Fikri, untuk memanggil ulang Andi Ibrahim Masdar hingga saat ini belum terlaksana dan kasusnya mandek selama 4 tahun,” ungkap Muhaimin kepada laman ini.

LPKP Sulbar mendesak agar KPK segera memanggil ulang Andi Ibrahim Masdar dan melanjutkan proses hukumnya. Beberapa mantan anggota DPRD telah mengembalikan dana yang diduga hasil gratifikasi, menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kasus ini perlu segera ditindaklanjuti untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap KPK.

Dengan demikian, LPKP berharap KPK dapat segera bertindak untuk memastikan kasus ini tidak berlarut-larut dan memberikan keadilan bagi masyarakat Polewali Mandar. (*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here