Mamuju, Katinting.com – Pj. Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, mengukuhkan Rezky Murwanto sebagai kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Barat. Pengukuhan ini dilakukan dalam sebuah upacara resmi di kantor BKKBN Sulawesi Barat pada Selasa, 26 Februari 2024.
Pj. Gubernur Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa tugas utama BKKBN Sulawesi Barat adalah menyeimbangkan pertumbuhan penduduk dengan upaya penurunan angka stunting serta pengendalian perkawinan anak. Fokus utama adalah agar penduduk Sulawesi Barat dapat menghasilkan dua anak saja selama usia produktif mereka, sebagai langkah untuk menjaga pertumbuhan penduduk yang terkendali.
Selain itu, BKKBN Sulawesi Barat juga ditugaskan untuk menangani permasalahan stunting dan perkawinan anak. Rekam jejak BKKBN Provinsi dalam penurunan angka stunting mencapai 4,7 persen, yang menjadikannya sebagai yang tertinggi ketiga di Indonesia. Dalam tahun 2024 ini, target penurunan stunting ditetapkan sebesar 11 persen, untuk keluar dari zona merah.
Rezky Murwanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Plt (Pelaksana Tugas) selama 9 bulan, dipilih untuk memimpin BKKBN Sulawesi Barat setelah dinilai berhasil dalam mengkoordinasikan program-program kesehatan dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
“Salah satu catatan sukses Pemprov dan BKKBN Sulbar adalah penurunan angka stunting sebesar 4,7 persen, yang menjadikan Sulbar sebagai provinsi dengan penurunan tertinggi ketiga di Indonesia,” kata Zudan Arif Fakrulloh.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Bonivasius Prastya Ichtiarto, menegaskan bahwa keberhasilan seorang kepala perwakilan BKKBN terletak pada kemampuannya dalam berkolaborasi, berkoordinasi, dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Rezky Murwanto dinilai layak untuk menjabat sebagai kepala perwakilan BKKBN Sulbar berdasarkan penilaian yang telah dilakukan,” sebutnya.
Rezky Murwanto sendiri menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Gubernur, Pemerintah Kabupaten, dan berbagai pihak terkait dalam upaya menjaga kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat melalui program-program BKKBN yang efektif dan berkelanjutan.
“Dengan pengukuhan ini, harapan besar terletak pada upaya bersama dalam mencapai target-target penurunan angka stunting dan pengendalian pertumbuhan penduduk di Sulbar, sehingga masyarakat dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.
(Zulkifli)






