Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

KPA Kalpataru Sulbar Tanam Mangrove di Gonda Mangrove Park untuk Peringati Hari Lingkungan Hidup 2025

Polman, Katintincom — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Kalpataru Sulawesi Barat menggelar kegiatan penanaman mangrove di Gonda Mangrove Park, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada 21–22 Juni 2025.

Kegiatan bertema pelestarian ekosistem pesisir ini melibatkan ratusan siswa dari berbagai SISPALA (Siswa Pecinta Alam) serta organisasi intra dan ekstra kurikuler dari beberapa sekolah di Polewali Mandar. Sekolah yang berpartisipasi di antaranya: SMK Labuang, SMK Campalagian, SMA Negeri 1 Wonomulyo, SMK Cipta Insani, SMA Negeri 1 Campalagian, dan SMK Bulo.

Partisipasi aktif generasi muda ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus memperkuat peran pelajar dalam mendukung keberlanjutan bumi.

Sebelum aksi penanaman, peserta mengikuti workshop lingkungan yang menghadirkan tiga narasumber, Naim Irmayani, aktivis perempuan dan akademisi, Muhsin R, Ketua KNTI Polman, dan Ashari Sarmidi, owner Gonda Mangrove Park.

Dalam pemaparannya, Naim Irmayani menekankan pentingnya pelibatan perempuan dalam isu lingkungan.

“Perempuan memiliki relasi historis yang kuat dengan alam. Saat lingkungan rusak, perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak. Maka dari itu, mereka harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan lingkungan,” ungkap Naim.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi Informasi Sulawesi Barat, Muhammad Ikbal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelibatan generasi muda dalam isu lingkungan.

“Pelibatan pelajar dan komunitas pecinta alam akan memperkuat upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara KPA Kalpataru Sulbar, Nusantara Fund, WALHI, dan sejumlah sekolah tingkat SMA di wilayah tersebut.

Aksi tanam mangrove di pesisir Gonda diharapkan mampu menjadi pelindung alami dari abrasi pantai serta membangkitkan kembali ekosistem pesisir yang sempat rusak.

Melalui kegiatan ini, KPA Kalpataru Sulbar berharap akan lahir ruang-ruang diskusi baru tentang isu lingkungan hidup di Sulawesi Barat, serta meningkatnya kesadaran kolektif untuk menjaga bumi tetap hijau dan lestari. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat