banner 728x90

Keluhan Layanan Listrik Mateng dan Matra, Ombudsman Sulbar Sambangi PT. PLN Sulselrabar

banner 728x90
Ombudsman Sulbar saat koordinasi dengan PT. PLN Wilayah Sulselrabar

Ombudsman Sulbar saat koordinasi dengan PT. PLN Wilayah Sulselrabar

Katinting.com, Mamuju – Dalam rangka tindaklanjut penyelesaian laporan masyarakat terkait pelayanan PLN dan kondisi kelistrikan di wilayah Sulawesi Barat, Rabu (18/05/2016) Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Barat, Lukman Umar, S Pd. M Si, Melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT PLN Wilayah Sulselrabar di Makassar, untuk melakukan koordinasi mengenai laporan masyarakat yang mengeluhkan pelayanan PLN ditingkat Daerah atau Rayon, selain itu  Ombudsman juga melakukan ekspos atau pemaparan hasil supervisi dihadapan General Manajer PT PLN Wilayah Sulselrabar.

Lukman Umar mengatakan, kedatangannya ke Kantor PT PLN Wilayah Sulselrabar merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya terkait penyelesain laporan warga terkait pelayanan kelistrikan di  wilayah Sulawesi Barat.

“Agenda kami ini, menghadiri undangan resmi dari pihak PT PLN Wilayah Sulselrabar, dalam rangka koordinasi terkait beberapa laporan masyarakat, terkait kondisi kelistrikan di Sulbar termasuk beberapa laporan masyarakat yang mengeluhkan layanan PLN ditingkat Rayon yang dinilai tidak maksimal,” kata Lukman Umar.

Lanjut Lukman, “memanfaatkan momen pada kesempatan ini, sekaligus kami menyampaikan kepada General Manajer PT PLN Wilayah Sulselrabar  Wasito Adi, mengenai kondisi tegangan listrik di Mamuju Tengah dan Mamuju Utara yang belum stabil, termasuk percaloan pemasangan KWH Listrik, yang meresahkan masyarakat,” tambah Lukman.

Sementara itu, General Manajer PT PLN Wilayah Sulselrabar, Wasito Adi menanggapi positif beberapa data dan temuan hasil supervisi Ombudsman mengenai pelayanan PLN tingkat daerah atau rayon.

“Secara pribadi dan kelembagaan kami mengapresiasi kinerja kawan-kawan di Ombudsman, dan kami mengakui masih adanya kekurangan dalam pelayanan kami kepada masyarakat, namun yang kami selaku pihak PLN akan  tetap berupaya maksimal, memberikan layanan yang terbaik,” ungkap Wasito Adi.

Terkait kasus percaloan yang marak terjadi dalam proses pemasanagan KWH atau meteran listrik, Wasito menyampaikan bahwa petuga PLN tidak diperbolehkan melakukan transaski tunai dengan pelanggan karena semua proses pembayaran dilakukan di bank atau kantor pos, sehingga ia menghimbau  jika menemukan oknum yang meminta cas and cary dalam proses pemasangan meteran listrik segera laporkan ke pihak yang berwajib.

“Tidak ada proses pembayaran manual di PLN, Semua transaski dilakukan di bank atau kantor pos, dan jika itu terjadi maka itu adalah calo dan wajib dilaporkan ke pihak kepolisian, sementara  untuk kondisi listrik di Mamuju Tengah dan Mamuju Utara, sebenarnya sudah dalam proses pekerjaan, namun sempat terkendala pembebasan lahan yang akan dilalui bentangan kabel jaringan listrik, bahkan pembangunan gardu induk Topoyo sementara berjalan, sehingga kami tetap optimis tahun depan kondisi listrik di Mateng dan Matra sudah stabil,” tutup Wasito Adi. (HMS)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.