Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kekecewaan Kades Kaluku Nangka: Pembangunan Bendungan Rp6 Miliar Justru Rusak Lingkungan, Laporan ke Pemkab Tak Ditanggapi

Pasangkayu, Katinting.com – Kepala Desa Kaluku Nangka, Nurdin, memprotes pembangunan sebuah bendungan di wilayahnya yang justru memicu erosi parah dan banjir. Menurutnya, bendungan yang dibangun sekitar dua tahun lalu di Dusun Harapan Baru, Kecamatan Bambaira, telah menyebabkan kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Insiden Kebakaran AC di Kantor Dukcapil Pasangkayu, Operasional Sempat Terganggu

“Dulu sebelum ada bendungan, tidak pernah terjadi longsor begini. Justru setelah dibangun, tanah terus tergerus,” ujar Nurdin, Senin (19/1).

Proyek yang telah dibangun tiga kali di titik berbeda sepanjang aliran sungai itu meninggalkan tumpukan material beton lama di dalam sungai. Material tersebut diduga menghambat aliran air sehingga memicu luapan banjir ke pemukiman saat hujan deras.

Dampak paling serius adalah erosi yang menggerus bibir sungai. Dalam kurun lebih dari setahun, daratan diperkirakan telah hilang hampir 10 meter akibat longsor terus-menerus.

Nurdin mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan dan protes ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasangkayu, bahkan mengajak Bupati melihat langsung kondisi di lapangan. Namun, hingga kini belum ada respons atau penanganan nyata.

“Bupati sudah pernah kami ajak turun ke lokasi. Tapi sampai sekarang belum ada pergerakan,” katanya dengan nada kecewa.

Dengan anggaran dana desa yang terbatas, pemerintah setempat menyatakan tidak mampu menangani masalah ini sendiri. Nurdin berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga Balai Sungai segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Proyek bendungan yang disebut menelan anggaran sekitar Rp6 miliar itu dinilai justru membawa dampak buruk bagi warga. “Anggarannya besar sekali, tapi yang kami rasakan justru kerusakan dan banjir,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PU Kabupaten Pasangkayu terkait keluhan tersebut. (Udi)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat