
Mamuju Tengah, Katinting.com – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), ), Hj. Asmira Djamal mengujungi dua lansia yang tinggal disebuah gubuk dalam areal kebun sawit, yang sempat viral di media sosial (Medsos) karena kondisi fisik yang tidak bisa melihat.
Kunjungan Kepala Dinsos tersebut didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Korkab PKH, Peksos dan Fasilitator SLRT dengan membawa kebutuhan dasar dan uang tunai sebagai wujud kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di Mateng.
Diketahui bahwa, Kakek dan nenek yang beritanya sempat viral ini masih memiliki hubungan keluarga (saudara sepupu red) dan tinggal di sebuah rumah dalam area kebun sawit.
Kepala Dinsos Mateng, Hj. Asmira Djamal mengatakan hasil kunjungannya ke rumah Sitti Muda dan Salihin. Kedua Lansia ini ternyata tinggal di rumahnya itu beberapa tahun terkahir.
“Nenek Sitti muda bukannya tidak punya keluarga, Sitti Muda punya anak yang biasa di panggil Uwi tinggal di Desa Polo Lereng Kecamatan Pangale, sementara Salihin punya cucu bernama Astriana, tinggal di Desa Polo Camba yang setiap hari datang untuk menjenguk dan membawakan beras, membantu menyediakan air untuk keperluan sehari-hari dan membantu pekerja di kebun sawit milik nenek Sitti Muda. Sesekali anak nenek ini juga menginap,” tutur Hj. Asmira Djamal, Kamis (7/3).
Hj. Asmira Djamal menambahkan, Nenek Sitti Muda juga mengaku sudah seringkali diajak oleh anaknya untuk tinggal bersama di rumah anaknya, begitupun dengan kakek Salihin sudah seringkali diajak untuk tinggal bersama keluarga karena kondisi kakek dan nenek yang dalam keadaan tidak bisa melihat.
“Keluarga khawatir kakek dan nenek akan kelaparan meskipun punya bahan makanan karena tidak bisa mengolahnya. Namun Kakek dan Nenek ini lebih memilih tempat tinggal yang sekarang dengan alasan sudah nyaman dan khawatir kalau rumah ditinggal, maka barang dan ayam peliharaan akan kemalingan,” jelasnya.
(Advertorial)






