banner 728x90

Irigasi Tommo Proyek Bernilai Ratusan Miliar Kualitasnya Buruk

2255 views
banner 728x90
Irigasi Kecamatan Tommo Yang Rusak Parah

Irigasi Kecamatan Tommo Yang Rusak Parah

Katinting.com, Tommo – Irigasi yang terletak di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar rusak parah, padahal proyek ini menelan anggaran yang cukup fantastis mecapai ratusan miliar. Yang rencananya akan dipakai untuk mengaliri 2.500 hektar sawah yang membentang dikecamatan Tommo dan Pengale.

Kualitasnya pun dipertanyakan warga, sebab proyek irigasi ini belum selesai masa pemeliharaan, itu sudah banyak yang bolong, longsor dan retak-retak, sehingga mengancam sawah dan pemukiman warga jika air meluap dan tidak mengalir.

Kepada katinting.com, Supriadi warga Desa Campaloga menuturkan selaku pelaksana pengelola proyek tersebut Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Provinsi Sulbar dengan pihak perusahaan masing-masing PT Wijaya Karya dan PT Duta Graha Indah yang kualitasnya sangat buruk.

“Proyek yang dikerjakan BUMN ini dimulai kontrak tahun 2009 dan baru selesai pada tahun 2015, cukup lama dikerja sebab pernah di Addendum, nilainya sangat fantastis totalnya ratusan miliar dari APBN, namun kualitasnya sangat buruk, padahal sudah diserah terimakan. Belumlah dirasakan manfaatnya warga itu sudah banyak yang rusak, ada yang roboh, longsor dan banyak sekali yang retak-retak,” kata Supriadi. Sabtu (14/05).

Sehingga hal tersebut sangat disayangkan oleh Supriadi yang juga Sekjend Pusat Studi Strategis Malaqbi (Pussma) Sulbar. Ini harus diselidiki oleh pihak yang berwenang sebab kami curiga ini tidak sesuai dengan perencanaan, sebutnya.

“Proyek yang melintas sepanjang desa di Tommo yaitu Desa Campaloga, Tamemongga, Buana Sakti, Tommo, Kuo bahkan sampai Kecamatan Pangele itu belum berfungsi dan dirasakan manfaatnya warga tapi sudah banyak yang rusak parah. Sehingga kami menduga pengerjaan ada yang tidak benar, tidak sesuai perencanaan, sehingga kami minta pihak yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan, demi penyelamatan uang negara dan asas manfaat proyek untuk rakyat,” pungkas Supriadi. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.