banner 728x90

Wow, Rakor Komisi DPRD dan SKPD Matra Dihotel Mewah Sulteng Habiskan 400 Juta

banner 728x90

 

Hotel Mercure Palu, Sulteng

Hotel Mercure Palu, Sulteng

Katinting.com Matra – Apa jadinya dan terbayang dikepala kita, Komisi-komisi DPRD dan SKPD Mamuju Utara (Matra) melakukan rapat koordinasi (Rakor) di hotel Mercure di Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Di hotel yang begitu mewah di Sulteng ini berlangsung dari tanggal 11 – 13 Mei 2016, dianggap oleh Fikar sebagai bentuk pemborosan uang Daerah dan Negara, sebab sudah jauh dari esensinya untuk penghematan anggaran, dimana di Matra fasilitas pertemuan cukup banyak, baik di Hotel maupun di Aula Kantor Bupati Matra dna itu biasa dilakukan.

“Kita belum tahu dalam rapat koordinasi tersebut apakah melahirkan pemikiran dan gagasan yang implementasinya baik untuk kesejahtaraan rakyat atau kah untuk kesejahtraan para pejabat, atau sekedar untuk menghabiskan anggaran Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD),” sebut Fikar kepada Katinting.com.

Sambung pegiat sosial tersebut, akan menjadi pertanyaan besar jika para pejabat Matra melakukan pertemuan melintasi kabupaten dan provinsi yang lain untuk membahasa kepentingan Rakyat Matra. Kalau ada yang penting mengapa tidak dibahas di Matra saja, apalagi sebatas kegiatan koordinasi, sebut Fikar.

“Mari kita menoleh kebelakang, semoga rapat koordinasi tersebut membuahkan hasil positif bagi rakyat dan mempunyai output (keluaran-red) yang jelas untuk proyeksi pembangunan jangka panjang, disisi lain persiden Joko Widodo mengatakan bahwa untuk menghemat anggaran dilarang melakukan rapat dihotel yang mewah yang seperti halnya hotel Mercure, kecuali sifatnya pos mayor atau factor alam sedang di Matra kondisinya baik-baik saja,” terangnya.

Sambung Fikar, ironis memang wakil rakyat dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai leading sector (sektor pemimpin) yaitu sektor potensial pembangungan dan kesejahtraan rakyat, melakukan hal-hal yang sifatnya pemborosan anggaran.

“Luar biasa fantastisnya kegiatan rapat kordinasi tersebut yang berlangsung selama 3 hari menelan anggaran ratusan jutah rupiah, kurang lebih 400 juta. Apa seperti ini yang dikatakan membangun kesejahtraan rakyat? Rakyatnya menderita pejabatnya enak dengan hal-hal yang belum tentu bisa membuat harapan rakyat terpenuhi. Rakyat perlu ketahui, ini sebuah prestasi yang sangat amat memilukan. SPPD lancar dan anggaran daerah berkurang, sementara rakyat dijadikan objek kesejahtraan, tapi bukan rakyat yang menikmati, padahal jabatan tersebut adalah jabatan rakyat,” terang Fikar dengan naga geram.

Dan ini adalah hal yang kesekian kalinya dilakukan para SKPD dan DPRD Matra, yang harus dikecam, tutup Fikar. (Anhar Toribaras)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.