banner 728x90

Ombudsman Supervisi Bank BTN KCP Mamuju

1117 views
banner 728x90
Supervisi Ombudsman ke Kantor Bank BTN KCP Mamuju

Supervisi Ombudsman ke Kantor Bank BTN KCP Mamuju

Mamuju, Katinting.com – Menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Bank BTN KCP Mamuju, jajaran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, melakukan supervisi terbuka ke Kantor Bank BTN Mamuju, Rabu, (07/09).

Supervisi Ombudsman Sulbar, untuk melakukan pemantauan kondisi pelayanan di Bank BTN Mamuju, sekaligus koordinasi terkait laporan masyarakat, yang diduga dipersulit dalam proses pelunasan kredit pinjamannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Capem Bank BTN Mamuju, Sujtipto, menjelaskan. Proses pelunasan yang diajukan oleh nasabah atas nama Bahtiar tidak ada masalah, namun demikian, dalam proses pelunasan pinjaman kredit di Bank BTN Mamuju harus melalui alur dan mekanisme yang ada, sehingga membutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja.

“Proses pelunasan saudara Bahtiar pada dasarnya tidak ada kendala, namun dikantor kami ada SOP atau mekanisme pelunasan kredit, salah satunya karena barang agunan nasabah itu tersimpan di kantor Cabang Bank BTN di Makassar, sehingga memang butuh waktu dan yang jelas kami tidak pernah mempersulit nasabah yang ingin melakukan proses pelunasan pinjaman kreditnya,” ujar Sujtipto.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar, Lukman Umar, berharap pihak Bank BTN Mamuju, terus melakukan inovasi layanan untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah.

“Sejak awal memang kami meyakini adanya mis komunikasi, antara pelapor selaku nasabah dan pihak bank BTN yang menyebabkan adanya laporan ke kantor kami, sehingga kedepan kami meminta agar pihak bank BTN Mamuju, terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai nasbahnya,” jelas Lukman Umar.

Lanjut Lukman, “Alhamdulillah, kami juga sangat mengapreasiasi pihak Bank BTN Mamuju, yang menjalankan saran Ombudsman, sehingga proses pelunasan pinjaman pelapor bisa diproses besok Kamis, (08/09) dan semoga kasus serupa tidak terulang kembali pada nasabah yang lain,” harap Lukman (Hms).

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.