Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Harga Beras di Mamuju Tengah Melonjak Tajam, Warga Mulai Resah

Ilustrasi suasana perdagangan beras. (dok Int)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Salah satu tujuan urusan pangan utama seperti beras menjadi tanggungjawab negara dalam menjaga distribusi dan ketersediannya, adalah guna menjaga ketahanan pangan masyarakat secara merata, sehingga tak menimbulkan gonjang ganjing di berbagai aspek.

Karenanya, harga selalu dalam kontrol pemerintah dengan menerapkan dan memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar masyarakat secara merata dapat memenuhi kebutuhan pangan utamanya seperti beras.

Namun faktanya di Mamuju Tengah, harga beras sudah mulai menimbulkan kerisauan, disebabkan harga yang terus mengalami kenaikan, dan cukup melonjak kenaikannya dalam dua pekan terakhir. Sekalipun kemudian pada akhir pekan lalu, kenaikannya belum mengalami penurunan akibat serangan kemarau ekstrim.

Belum kemudian harga beras dari tahun lalu, mengalami penurunan kini masyarakat Mamuju Tengah dihadapkan pada lonjakan harga beras yang sangat siqnifikan.

“Untuk yang takaran 10 kilogram saja, beras ciliwung, sudah Rp.155 ribu perkarung, sebelumnya hanya Rp.135 ribu” keluh Mustari salah seorang warga Mamuju Tengah kepada katinting com, Sabtu (27/01).

Kenaikan ini cukup mengagetkan dan bikin resah, karena kalau kenaikan ini tidak terkontrol, tentu kami yang dirugikan dan dibuat was was, sebab bisa jadi ke depan dirinya tak mampu lagi beli beras dengan harga yang cukup mahal.

“Sekarang saja cukup mahal kami rasa, jadi kalau naik terus, malah nanti bisa bisa kami tak menjangkaunya, dan di Mamuju Tengah tidak pernah ada operasi pasar, kalaupun ada tak menjangkau semua masyarakat, karena hanya satu titik saja tempat penyelenggaraannya” timpal Mustari.

Mahalnya harga beras tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha kuliner pun juga terdampak atas kenaikan harga beras, karena tadinya Ia beli beras dengan takaran 25 kilogram hanya Rp.340 ribu.

“Tapi tiba tiba melonjak jadi Rp.370 ribu dibelikan oleh ibu, dengan isi satu karung berat 25 kilogram, kami sebagai pelaku usaha kuliner, tentu cukup kaget atas kenaikan cukup tajam ini” ungkap Irwan salah seorang pengusaha kuliner di Topoyo.

Karenanya dengan kondisi melonjaknya harga beras terus menerus ini, hendaknya Pemda Mamuju Tengah menggelar operasi pasar, di beberapa titik khusus beras.

“Lewat operasi pasar oleh pemerintah, kami ini bisa mendapatkan beras murah, dibawah harga pasar, tapi kan sepertinya Pemda abai soal ini” pungkas Irwan. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat