oleh

H Muh Amin Jasa : Kita Punya Tanggungjawab Lahirkan Generasi Sehat & Berpendidikan

banner 728x90

 

Mateng, Katinting.com – Wakil Bupati Mamuju Tengah H Muh Amin Jasa, menekankan, bahwa semua stakeholder mulai pemerintah hingga lembaga non pemerintah, memiliki tanggungjawab melahirkan generasi yang sehat dan berpendidikan.

Ini disampaikan oleh Mantan Sekda Pertama Mamuju Tengah, dalam sambutannya, pada kegiatan pembukaan rembuk stunting di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Rabu (18/05), yang dihadiri oleh Kepala Bappeda, Unsur Pejabat Lingkup Pemkab Mateng, Camat Pangale, Ka. Desa Sekec. Pangale, TP PKK Tingkat Kecamatan, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan.

Katanya, generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Jika ini terpenuhi pada anak anak calon generasi kita, maka kita akan memiliki generasi berkualitas.

“Tentu harus didukung oleh pendidikan yang sangat memadai, dan itu menjadi tugas kita pemerintah beserta stakeholder terkait memikirkan kesiapan sarana prasarananya. Sehingga mereka akan menjadi generasi yang memegang kesuksesan pemabnguan dan daerah kita” jelas Amin.

Untuk itu ia menuturkan pembangunan itu harus berkesinambungan, rembuk stunting ini penting kita lakukan karna kita berharap anak yang lahir itu sehat, jika anak lahir itu tidak sehat maka pembangunan kita itu bisa terhambat,

“Kita bisa bayangkan jika anak lahir itu ada 10 anak dan diantaranya ada stunting 3 anak, maka itu artinya ada 30 persen angka kelahiran itu stunting, maka ini akan menjadi beban bagi kita semua didalam rangka pembangunan didaerah kita ini” tutur Amin.

Karenanya ia juga berpesan secara tegas kepada instansi terkait, agar membuka ruang pelibatan semua stakeholder yang memiliki keinginan untuk terlibat bersama sama dalam melakukan perencanaan dan upaya serta merumuskan standar penanganan stunting di Mamuju Tengah.

“Dan itu salah satu upaya yang mesti kita lakukan, jika kita betul-betul fokus, serius bersama-sama memikirkan serta berusaha menekan angka kelahiran anak stunting, sebab kalau kita melakukan upaya bersama sama dalam penanganan stunting, tentu ini akan dapat menghambat pembangunan didaerah kita” pesan Amin.

Bahkan kepada para Kepala Desa juga mengingatkan agar dapat memporsikan anggarannya dari ADD APBN untuk penanganan stunting di desa, sehingga tidak semata mata menjadi tanggungjawab keuangan kabupaten.

“Aturan yang mengatur kearah itu ada, yang diambil dari porsi ADD ini, sebab isu stunting ini, juga menjadi tanggungjawab pemerintah desa” pungkas Amin.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan

Komentar