Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gubernur Suhardi Duka Pimpin Rakor Strategis Alokasi Anggaran BPJS 2026

Mamuju, Katinting.com  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah strategis mempersiapkan Anggaran Jaminan Sosial (BPJS) untuk tahun 2026. Rencana Alokasi Anggaran dalam APBD ini dipercepat pembahasannya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Rakor yang berlangsung di Ruang Oval, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar pada Senin, (29/09) ini, merupakan aksi nyata untuk mendorong percepatan program unggulan Quick Wins Sulbar Sehat. Inisiatif Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga ini menjadi fondasi konkret mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Gubernur Suhardi Duka membuka rakor dengan menegaskan komitmennya. “Kepemilikan jaminan kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dan hak dasar warga. Tahun 2026, kita harus memastikan alokasi anggaran untuk BPJS lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Tidak ada ruang untuk inefisiensi,” tegasnya dalam pengarahannya.

Rapat yang dihadiri seluruh pemangku kepentingan kunci ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Hadir dalam kesempatan itu Kepala BPS Sulbar, Pimpinan BPJS Kesehatan dan Ketengakerjaan, serta para pejabat tinggi daerah seperti Kepala Bapperida, BPKPD, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Karo Pemkesra, dan Tim Ahli Gubernur dan Wagub.

Dalam paparannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa forum ini adalah wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi masyarakat. “Rapat ini bukan sekadar membicarakan angka-angka anggaran, tetapi menyangkut hak hidup masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, kita harus memastikan seluruh warga Sulbar, tanpa terkecuali, memiliki akses layanan kesehatan yang adil dan merata,” ujarnya.

Melalui rakor ini, Pemprov Sulbar dan seluruh mitra strategis bertekad menyusun peta jalan pendanaan BPJS tahun 2026 yang optimal. Langkah pro-aktif ini diharapkan menjadi batu pijakan kokoh bagi terwujudnya Sulbar Sehat, di mana seluruh lapisan masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa dibebani oleh keterbatasan biaya. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat