banner 728x90

Fatayat NU Berikan Layanan Psikososial bagi Penyintas Anak dan Perempuan

banner 728x90

Fatayat NU Sulbar saat melakukan layanan psikososial. (Ist.)

Mamuju, Katinting.com – Prihatin dengan kondisi penyintas anak dan perempuan, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Barat melakukan layanan dukungan psikososial di Pasada, Desa Botteng Utara, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (6/2) kemarin.  

Botteng Utara menjadi salah satu desa di Mamuju yang mengalami kondisi parah pasca gempa 15 Januari 2021 lalu. Hal ini mengakibatkan banyak kepala keluarga yang harus tinggal di tenda pengungsian. Anak-anak dan kaum ibu termasuk golongan yang sangat merasakan dampaknya sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus semisal dukungan psikososial.

Menurut wakil sekretaris pengurus wilayah Fatayat NU Sulawesi Barat, Imelda Adhiyanty, bahwa  Fatayat NU sebagai Badan Otonom (Banom) NU bertugas untuk menjalankan kebijakan NU termausk penanganan gempa di Sulawesi Barat. 

“Layanan dukungan Psikososial menjadi pilihan  Fatayat NU Sulbar  dalam menjalankan tugas  kerelawanan  di masa transisi darurat ke pemulihan bencana gempa bumi di Sulawesi Barat,” kata Imelda. 

Fatayat NU adalah  organisasi sosial kemasyarakatan dan selalu hadir untuk memperjuangkan  bangsa termasuk anak dan perempuan.

“Kami memilih Botteng Utara, khususnya di Pasada ini karena kami mendengar bahwa untuk layanan dukungan psikososial yang menyentuh anak-anak dan perempuan itu belum ada sama sekali. Itulah sebabnya kami kesini dengan semangat agar anak-anak tetap ceria dan kaum ibu tetap bahagia,” ujarnya. 

Dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan, layanan dukungan psikososial  Fatayat NU Sulbar menyasar 100  orang anak dan ibu. 

“Metode yang kami gunakan  agak berbeda dengan lainnya. Kalau untuk anak-anak kami menggunakan pendekatan bermain tradisional harapannya agar anak-anak tidak kehilangan masa-masa indahnya walaupun ada di tenda pengungsian. kepada anak-anak juga kami lakukan observasi untuk mengidentifikasi jika ada anak yang mengalami shock berat sehingga tidak dapat bersosialisasi. Sementara itu untuk kaum ibu, kami  arahkan hati, tubuh dan jiwa mereka untuk selalu rileks dan bahagia dengan metode progresif relaksasi,” tambahnya.

Imelda yang juga adalah hipnoterapis professional  di Prahipti Sulbar menambahkan bahwa dengan metode progresif relaksasi maka kaum ibu  dapat mengontrol  stress dan mengikis kecemasan yang telah dialami akibat gempa di Sulawesi Barat. 

(Rls/Anhar) 

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Fatayat NU Berikan Layanan Psikososial bagi Penyintas Anak dan Perempuan"