Majene, Katinting.com – Setelah berhasil melumpuhkan jalan nasional trans Sulawesi di Desa Makkata, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar, Senin (22/04), selama dua jam, massa aksi yang menuntut pencairan stimulan bantuan gempa membubarkan diri dari titik aksi.
Namun, massa aksi yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian tersebut, berjanji akan kembali besok, Rabu (2/04), bila kemudian tuntutan mereka tidak mendapatkan kejelasan.
Massa yang jumlahnya mencapai 100 orang tersebut, telah berhasil membuat lumpuh jalan nasional trans Sulawesi di Desa Makkata, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, yang kemudian menimbulkan antrian panjang mengular, karena massa menggelar aksi tepat diatas jembatan, dengan membakar ban bekas hingga tiga buah.
Baca : BreakingNews: Warga Mekkata Tutup Jalan Nasional, Buntut Bantuan Gempa
Meskipun kemudian aksi tersebut berdampak pada lumpuhnya jalan nasional, namun polisi hanya berupaya melakukan negosiasi tanpa memaksa, agar massa aksi membuka sebagian badan jalan, akan tetapi massa aksi menolak permintaan petugas, sehingga aksi berlangsung sampai dua jam lamanya, mengharuskan terjadinya antrian panjang hingga kiloan meter panjangnya.
“Kami hanya mengizinkan kendaraan ambulance melintasi kami, diluar kendaraan yang kami beri akses, kami tidak tolerir, baik kendaraan pejabat maupun kendaraan petugas” teriak massa aksi bersamaan, saat upaya negosiasi berlangsung.
Dihadapan massa aksi, koordinator aksi Munir, menyampaikan alasan mengambil langkah menutup jalan nasional, sebagai balasan atas ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib mereka, yang menjadi korban gempa bumi Januari 2021 lalu, yang sampai saat ini belum mendapatkan bantuan stimulan pembangunan rumah mereka kembali yang ambruk karena gempa bumi.
“Jadi ini adalah bentuk balasan kami kepada para pemangku kepentingan, yang dengan abai terhadap nasib kami, korban gempa bumi, kami ini hanya butuh segera berikan hak kami, yang kalian telah janjikan pada kami” tegas Munir.
Katanya, mereka memilih , memblokade akses jalan nasional, karena mereka tidak punya biaya untuk datang langsung menemui Pj Gubernur Sulawesi Barat, meminta penjelasan, mengapa hak mereka belum di cairkan.
“Karena, dengan sikap kami yang tegas ini, memblokade jalan nasional, kami ingin memperlihatkan betapa kemudian kecewanya kami kepada pemerintah yang hanya janji janji saja, kami ini korban, di pusat gempa, rumah kami hancur” kata Munir.
Usai orasi dan menyampaikan uneg unegnya hingga dua jam, akhirnya massa aksi membubarkan diri dan membuka blokade jalan nasional, akan tetapi ia pun menebar ancaman, kalau sampai tuntutannya tidak segera digubris, maka massa akan kembali besok.
“Kali ini kami segera membubarkan diri dan membuka blokade jalan, tapi kami berjanji kembali besok, bila tuntutan kami tidak mendapatkan respon yang baik” pungkas Munir. (Fhatur Anjasmara)






