oleh

DPN Perkasa Sulbar Masih Temukan Proyek Tidak Taat K3

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pengurus Bedeng Wilayah (PBW) Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Perkasa Sulawesi Barat menyambangi sejumlah pengerjaan proyek yang ada di seputar kota Mamuju untuk memastikan K3 para tukang. Kamis (3/1/2022).

Wakil Ketua PBW DPN Perkasa Sulawesi Barat Maksum Dg Mannassa mengatakan, di kunjungan itu, pihaknya memastikan perusahaan menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para tukang, sebab hal itu tidak bisa diabaikan.

“Perusahaan pemberi kerja wajib memperhatikan hal itu (K3). Kami berharap agar keselamatan para tukang dalam bekerja tetap sesuai standar K3 tidak boleh disepelekan,” ucap Maksum.

Dari kunjungannya ia masih menemukan sejumlah proyek dikerjakan dengan tidak menerapkan standar K3 serta tidak semua memiliki sertifikat sehingga kami berharap hal itu dapat dipenuhi. Kami tentu akan membantu prosesnya jika mengalami kendala.

Lanjut kata Maksum, tidak hanya soal K3 tapi ia juga hendak memastikan agar perusahaan mempekerjakan tukang yang telah bersertifikat, karena hal itu sesuai dengan undang-undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 pasal 47 huruf e.

“Penggunaan tenaga kerja konstruksi, memuat kewajiban mempekerjakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat,” jelas Maksum mengutip pasal Nomor 2 tahun 2017, pasal 47 huruf e.

Ia menegaskan, tenaga kerja yang telah bersertifikat bisa dipastikan jika mutu bangunan atau konstruksi itu akan berkualitas.

“Jika tukang yang bekerja profesional, maka bangunan konstruksi akan berkualitas dan bermutu, sebab tukang yang bekerja sudah sesuai kompetensinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, akan terus melakukan pengawasan dan kunjungan langsung baik itu proyek yang dibiayai APBN atau APBD.

Dengan begitu, ia berharap dapat bekerjasama dengan baik, dengan para pemberi kerja atau perusahaan pemilik proyek demi untuk keselamatan dan kesehatan kerja, serta demi untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang.

(LR/Anhar)

Bagikan

Posting Terkait

banner 728x90

Jangan Lewatkan

Komentar