Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DPMPTSP Bontang Ubah Cara Layani Perizinan, Petugas Jemput Bola Datangi Pelaku Usaha

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur

Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus melakukan transformasi layanan publik, salah satunya melalui pendekatan proaktif dalam pelayanan perizinan usaha. Melalui program “Jebol” atau Jemput Bola, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini aktif turun langsung ke lingkungan warga, membantu pelaku usaha mengurus izin secara langsung di lokasi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pendekatan ini bukan sekadar pelayanan administratif, tetapi bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya legalitas usaha sejak dini.

“Jebol ini kami rancang untuk menjangkau mereka yang selama ini sulit atau enggan mengurus izin. Petugas kami hadir langsung, memberi layanan sekaligus edukasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (1/8/2025).

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang memulai usahanya tanpa dilengkapi legalitas dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Padahal, tanpa legalitas, pelaku usaha rentan terhadap hambatan hukum dan kesulitan dalam mengakses program pemerintah.

“Banyak yang menganggap izin itu rumit atau mahal, padahal sebenarnya gratis dan sangat penting. Dengan legalitas, mereka bisa mengakses pelatihan, pembiayaan, hingga peluang kerja sama,” terangnya.

Program Jebol hadir menjawab persoalan tersebut. Selain membantu langsung proses perizinan, petugas juga memberikan pendampingan agar pelaku usaha lebih tertib secara administratif dan siap berkembang secara profesional.

Dari pelaksanaan di lapangan, program ini juga memperlihatkan sisi lain: banyak pelaku usaha ternyata belum memahami manfaat legalitas sebagai pintu masuk ke ekosistem bisnis yang lebih luas. Karenanya, pendekatan Jebol dinilai efektif menjangkau kelompok yang selama ini tertinggal dari arus pembinaan formal.

Dampak lain dari program ini adalah tersusunnya basis data pelaku usaha yang lebih rapi dan akurat. DPMPTSP berharap data tersebut bisa digunakan untuk merancang kebijakan ekonomi lokal yang lebih tepat sasaran.

“Kalau semua pelaku usaha tercatat dan punya izin, pemerintah bisa merancang intervensi yang lebih pas. Baik itu bantuan, pelatihan, atau kemitraan,” tegasnya.

Melalui Jebol, Pemkot Bontang ingin menciptakan budaya usaha yang sehat, patuh aturan, dan mampu bersaing secara berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif seperti ini diharapkan jadi contoh inovasi layanan publik yang berdampak langsung ke masyarakat. (Re)

Share: