Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dokter Polda Sulbar Minta Masyarakat Tidak Percaya Info Hoax Terkait Vaksin

ketpot:dr Gigi Ida Bagus Kresnananda Paur 2 Subdit Kespol Bidang Dokes Polda Sulbar.

Mamuju, Katinting.com – dr Gigi Ida Bagus Kresnananda Paur 2 Subdit Kespol Bidang Dokes Polda Sulbar meminta masyarakat sulawesi barat untuk tidak  percaya informasi bohong atau Hoax yang tersebar luas di dunia maya.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menyampaikan memberikan sambutan saat menghadiri kegiatan suntik vaksin covid 19 Polda Sulbar bekerja sama dengan pimpinan Muhammadiyah Mamuju, Sabtu, 14 Agustus 2021.

“Banyak saya temui dijalan, warga takut divaksin, karena nanti tambah sakit, takut vaksinya diisi apa apa, takut vaksinya mengandung bahan berbahaya . Setau saya dari dulu, dari jamannya anak anak, imunisasi, itukan vaksin juga, pasti panas kalau sudah disuntik. karena ada sesuatu berbeda masuk ditubuh kita, itu reaksi tubuh,” ungkap dr Gigi  Ida Bagus Kresnananda.

dr Gigi  Ida Bagus Kresnananda mengharapkan Mindset di masyarakat bahwa vaksin covid 19 murni untuk menguatkan imun tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit, utamanya covid 19.

“Jadi jangan sampai dipelesetkan oleh oknum oknum orang yang tidak bertanggung jawab, olehnya itu jangan percaya hoax, kalau bisa harus langsung bertanya kepada ahlinya dokter atau petugas kesehatan yang ada disekitar kita,” pungkasnya.

Ia meminta warga yang telah menjalani vaksin, menjadi pionir ditengah masyarakat menyampaikan vaksin tidk berbahaya.

“Sampaikan sudah divaksin saya biasa saja, seperti biasa. Kalau ada yang sakit panas, minum saja penurun panas selesai,” ucap dr Gigi  Ida Bagus Kresnananda.

dr Gigi  Ida Bagus Kresnananda, menyampaikan jika ada warga yang sakit keras sampai meniggal usai divaksin,  warga harus melihat dulu latar belakangnya kenapa meninggal.

“Siapa tau ia, memiliki riwayat penyakit bawaan sampai meninggal, belum tentu karena vaksin,” tuturnya.

Ia mengaskan bahwa sampai saat ini, secara langsung belum mendapatkan ada ada masyarakat meninggal karena murni disebabkan vaksin covid 19.

“vaksin tidak pasti menjaga kita, bapak, ibu dari virus  covid 19, sehingga sudah pede mangabaikan prokes. tapi vakksin hanya mampu mencegah kita dari keburukan terparah akibat covid 19,” tegasnya.

(Syarifuddin)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat