Mamuju Tengah, Katinting.com – Banjir yang dipicu oleh luapan air Sungai Budong Budong di Mamuju Tengah telah mengakibatkan kerugian serius bagi para petani jagung. Akibat hujan deras, Kecamatan Tobadak, Budong Budong, dan Topoyo terendam air selama lebih dari 36 jam.
Sejumlah petani jagung, seperti Mustar dari Topoyo, mengungkapkan bahwa tanaman mereka, yang baru berumur muda, mengalami pembusukan akar setelah terendam air selama banjir pada Rabu lalu. Hingga setengah hektar tanaman jagung mereka tidak dapat diharapkan lagi untuk bisa bertahan.
“Tanaman jagung kami rusak parah karena akarnya membusuk. Kami harus menunggu lahan kering untuk mulai tanam kembali. Kerugian yang cukup besar,” ujar Mustar.
Safaruddin, petani lain dari Budong Budong, juga mengalami nasib serupa. Setelah menanam jagung sekitar sebulan lalu, seluruh bibit jagungnya rusak akibat akar yang membusuk karena terendam air banjir.
“Tanaman kami tak bisa diselamatkan karena terendam air dalam waktu lama. Kami harus mencari modal lagi untuk memulai kembali,” papar Safaruddin.
Banjir ini menyebabkan kerugian yang signifikan bagi para petani jagung. Mereka berharap segera mendapat kesempatan untuk memulihkan lahan mereka setelah banjir surut.
(Fhatur Anjasmara)






