Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ado Mas’ud Besuk Korban Gempa di RS Terapung

Ditemani Komandan Lanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy, Ado Mas’ud besuk pasien dalam ruangan perawatan KRI dr Soeharso.

Mamuju, Katinting.com – Wakil bupati Mamuju terpilih, Ado Mas’ud, membesuk pasien korban gempa M6,2 yang dirawat di Rumah Sakit Terapung KRI dr Soeharso di dermaga Lanal Mamuju, Sulbar, Kamis (21/1) malam.

KRI dr Soeharso didatangkan ke Mamuju oleh TNI Angkatan Laut untuk membantu korban gempa yang membutuhkan perawatan akibat luka-luka tertimpah reruntuhan bangunan saat gempa M6,2 yang menguncang Kabupaten Majene dan Mamuju, pakan lalu.

Ditemani Komandan Lanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy Herizal, Ado Mas’ud menyambangi para pasien dalam ruangan perawatan KRI dr Soeharso.

“Kapal KRI dr Soeharso yang sandar di Lanal sekarang itu menerima pasien korban gempa yang membutuhkan perawatan yang serius. tadi saya meninjau saudara-saudara kita yang dirawat di sana (KRI dr Soeharso),” kata Ado Mas’ud.

Wakil Bupati Mamuju terpilih itu menyebut, ada sembilan warga yang dirawat di RS KRI dr. Soeharso. Tujuh perempuan dan dua laki-laki. Mereka mengalami luka-luka dan patah tulang karena tertimpah runtuhan.

“Ada yang kakinya patah saat gempa itu sementara dioperasi di atas KRI dr Soeharso dan ada yang menjalani perawatan serius karena luka berat tertimpa reruntuhan,” ujarnya.

Dia meminta warga korban gempa untuk tidak takut ke KRI dr Soeharso dirawat karena disana aman dan menggunakan fasilitas internasional yang nyaman.

“Kalau tidak mau kesana sendiri, minimal melapor atau ada penyampaian kepada kami supaya difasilitasi atau bisa dijemput, KRI dr Soeharso ini memang datang untuk membantu perawatan korban gempa,” ucapnya.

Ketua PDIP Mamuju itu berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut dengan sandarnya KRI dr Soeharso di Dermaga Lanal Mamuju di tengah musibah gempa bumi magnitudo 6.2 SR yang menyebabkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan rusak dan tak dapat lagi digunakan.

“Bahkan TNI Angkatan Laut juga membantu kita menyalurkan logistik ke daerah yang terisolir menggunakan transportasi udara atau helikopter. Mungkin lusa akan mendistribusi logistik ke Kopeang – Bela karena disana terisolir karena longsor,” tuturnya.

(*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat