Mamuju, Katinting.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju, Sugianto, angkat bicara terkait pembangunan rumah sakit (RS) TNI AD yang rencananya bakal dibangun di Lapangan Merdeka Mamuju.
Politisi Partai Golkar ini menyebut belum pernah ada pembahasan bersama antara DPRD Mamuju, Pemkab, dan Kodim 1418/Mamuju yang membahas lokasi pembangunan rumah sakit TNI AD tersebut.
“Sampai hari ini belum pernah kita duduk bersama membicarakan antara pemerintah daerah, DPRD, lebih-lebih pihak dengan Kodim 1418 Mamuju untuk rencana pembangunan RS TNI AD,” kata Sugianto, Senin (16/1/23).
“Saya merasa kaget tiba-tiba proyek pembangunan rumah sakit itu yang tadinya kita dengar akan dibangun di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, bahkan sudah dipasangi papan plang informasi bahwa akan dibanguni rumah sakit TNI AD. Kok kenapa kemudian dilakukan pemagaran di Lapangan Merdeka,” sambungnya.
Sugianto menyayangkan pihak Pemkab Mamuju yang tidak terbuka terkait besaran dana pembebasan lahan warga yang dinilai terlalu tinggi sehingga menjadi penghambat pembangunan RS TNI AD di Kelurahan Bebanga, Kalukku. “Ini yang mau kita dengar berapa tingginya (harganya),” ucapnya.
Sugianto menyebut dirinya mendukung penuh program TNI AD yang membangun rumah sakit di Kabupaten Mamuju, namun menyayangkan lokasi pembangunan di Lapangan Merdeka Mamuju yang selama ini menjadi ruang publik dan ikon Kota Mamuju.
“Kita sangat menyayangkan kalau sampai hanya menyediakan anggaran sekian miliar (rupiah) lalu itu lapangan mau dialihfungsikan yang merupakan ikon Mamuju selama ini,” serunya.
Sugianto berujar Lapangan Merdeka Mamuju selama ini sudah menjadi tempat olahraga bagi warga dan pemuda di Mamuju serta kerap menjadi lokasi pesta rakyat.
“Dan lebih penting lagi pada saat kita menyusun peraturan daerah terkait rencana tata ruang wilayah Kabupaten Mamuju disebutkan di situ bahwa salah satu bagian Lapangan Merdeka itu dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan itu menjadi ruang publik selama ini,” jelasnya.
“Beberapa bulan lalu saya sampaikan Lapangan Merdeka tempat titik kumpul warga jika terjadi bencana yang membuat panik warga,” tutup Sugiarto.
(Advertorial)






