
Mateng, Katinting.com – Karena korban banjir di Desa Salupangkang IV, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, tidak berkumpul di satu titik pengungsian, akhirnya, rencana Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju Tengah dengan Baznas Mamuju Tengah, membuka dapur umum ditiadakan.
Untuk itu, baik Dinsos maupun Baznas, mengganti pelayanan kepada pengungsi dengan penyiapan makanan siap saji dan sembako serta air bersih. Untuk makanan siap saji ditanggung oleh Dinsos Mamuju Tengah, sementara paket sembako dan pakaian layak pakai ditanggung oleh Baznas, disalurkan lansung kepada warga korban banjir di Salupangkang IV di rumahnya masing masing.
Kepada laman ini, Kadinsos Mamuju Tengah, Asmira Djamal, Jumat petang (16/07) menuturkan bahwa rencana awal Dinsos Mamuju Tengah dan Baznas akan membuka layanan dapur umum, untuk melayani korban banjir disana.
“Tapi karena, korban banjir di Salupangkang IV tidak berkumpul disatu titik pengungsian, sehingga kami mengganti dapur umum, dengan penyiapan makanan siap saji serta air bersih, sementara dari Baznas menyiapkan paket sembako serta pakaian layak pakai” tutur Asmira.
Katanya, untuk pelayanan makanan siap saji hari pertama pada Jumat siang, makanannya diantar lansung ke rumah warga korban banjir, namun untuk pelayanan makan malam, dititip dikantor desa, warga dibantu aparat desa yang datang menjemput makanan merekaa serta air minum.
“Saat ini jalanan di desa tersebut sudah tidak terendam lagi, sehingga warga sudah bisa jalan kaki atau dengan kendaraan roda dua miliknya menjemput jatah makan malam mereka di kantor desa, sebab, kami juga siapkan makan malam lebih awal sebelum malam” kata Asmira.
Sementara itu, Kepala Baznas Mamuju Tengah, Hamza, menyampaikan sedianya pihaknya juga akan bersama Dinsos membuka dapur umum, tapi dengan pertimbangan teknis dari Dinsos, akhirnya ditiadakan membuka dapur umum.
“Karenanya kami menyiapkan paket sembako saja serta sebagian pakaian layak pakai, kami sandingkan dengan makanan siap saji yang disiapkan oleh Dinsos, dan dibagikan ke korban banjir lansung di lokasi” singkat Hamza.
(Fhatur Anjasmara)






