Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

40 Kader Posyandu di Pasangkayu Diberi Pelatihan 25 Kompetensi Dasar

Pasangkayu, Katinting.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Pembinaan Teknis 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu di Hotel Mutiara Pasangkayu, Kamis-Jumat (30-31 Oktober 2025). Kegiatan selama dua hari ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari kader posyandu Desa Kalola dan Kelurahan Pasangkayu, serta tenaga promosi kesehatan dari Puskesmas dan Dinkes Kabupaten Pasangkayu.

BACA JUGA: Dinkes Sulbar Siap Dukung Penuh Introduksi Imunisasi Heksavalen pada 2026

Tujuan utama bimtek ini adalah meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan menguasai 25 kompetensi dasar, peran posyandu dalam membangun kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan diharapkan semakin optimal.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulbar, dr. Muhammad Ihwan, didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pasangkayu, Jumarni.

Dalam sambutannya, dr. Ihwan menegaskan bahwa kader posyandu adalah pejuang kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia.

“Peningkatan kapasitas kader melalui 25 kompetensi dasar ini adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan formalitas, tetapi bekal agar kader memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mumpuni untuk menjawab tantangan kesehatan saat ini,” tegas dr. Ihwan.

Plt. Kepala Dinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, yang tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa penguatan kader merupakan strategi kunci untuk pembangunan kesehatan masyarakat Sulbar yang berkelanjutan dalam mendukung visi misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga.

“Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader adalah kunci mewujudkan Sulawesi Barat yang sehat, maju, dan sejahtera,” ujar dr. Nursyamsi.

Lebih lanjut, dr. Nursyamsi menjelaskan bahwa kegiatan ini juga diselaraskan dengan program PASTI PADU (Pencegahan Stunting Terintegrasi, Partisipatif, dan Terpadu). Hal ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Sulbar.

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek kompetensi, seperti pencatatan dan pelaporan, edukasi kesehatan, komunikasi efektif, pencegahan penyakit, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui penguasaan kompetensi ini, kader diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mendorong perilaku hidup sehat dan berkontribusi nyata mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulbar. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat