Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Zudan Arif Fakrulloh Dipilih sebagai Ketua Delegasi RI dalam Forum BIMP-EAGA

Bandar Sri Begawan, Katinting.com – Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Prof Zudan Arif Fakrulloh, telah diangkat oleh Pemerintah Pusat sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam forum Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

BIMP-EAGA adalah salah satu kerja sama ekonomi subregional yang didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan utama meningkatkan kerja sama ekonomi dan integrasi di antara wilayah-wilayah anggotanya.

Dalam kesempatan ini, Prof Zudan menyampaikan sejumlah gagasan, ide, dan perbaikan yang diperlukan untuk masa depan. Indonesia memiliki ambisi dalam pengembangan transformasi digital, ekonomi berkelanjutan (blue and green economy), serta pembangunan koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah-wilayah dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

“Kami juga telah menyampaikan beberapa permintaan kepada Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk memberikan bantuan teknis, pelatihan, dan dukungan dalam membangun transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, termasuk penguatan pelayanan publik di 18 provinsi yang terlibat dalam forum ini,” ujar Zudan.

Lebih lanjut, Prof Zudan mendorong kerjasama regional dan mengungkapkan kesiapan Tanjung Silopo di Polewali Mandar, Sulbar, untuk membuka rute pelayaran langsung ke Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

“Kami juga berbicara tentang pengembangan produk coklat yang ada di Polewali Mandar, khususnya, dan di seluruh Sulawesi Barat, pada umumnya. Respons dari para peserta forum sangat positif, dan mereka sangat tertarik dengan inisiatif ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, yang turut serta dalam forum tersebut, menyambut baik respon positif dari peserta BIMP-EAGA terhadap usulan-usulan dari Pj. Gubernur Sulbar.

“Kami sangat bersyukur karena forum ini telah berjalan dengan baik dan banyak usulan yang disampaikan oleh Pj. Gubernur Sulbar, khususnya terkait pengembangan Tanjung Silopo dan konektivitas antara Tanjung Silopo dengan Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Semoga ini dapat terealisasi dengan cepat,” ujar Andi Ibrahim Masdar.

Prof Zudan juga mengungkapkan bahwa pihak-pihak dari negara lain yang tergabung dalam BIMP-EAGA telah mengekspresikan minat untuk mengunjungi Sulawesi Barat dan melihat produk-produk yang ditampilkan dalam pameran.

“Kami berharap bahwa akan ada lebih banyak undangan untuk mengikuti pameran di Uzbekistan pada bulan November mendatang. Dengan begitu, kami akan memperluas kerjasama dan pertukaran di Sulawesi Barat. Semoga pencapaian-pencapaian ini selalu menguntungkan masyarakat,” tutupnya. (ADV)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat