Mamasa, Katinting.com – Untuk mewujudkan demokrasi yang lebih baik, Paslon Robinson Paul Tarru-David Bambalayuk (RPT-DBL) menginginkan bahwa setiap pemilu diisi oleh pilihan-pilihan yang kompetitif dan bermakna.
Kata mereka, calon-calon harus muncul dari proses seleksi yang terbuka, adil, dan transparan, di mana semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Partai politik dan masyarakat sipil perlu didorong untuk aktif dalam mencari dan mendukung calon-calon yang berintegritas dan memiliki kapasitas untuk memimpin.
Dengan begitu, pemilih tidak lagi dihadapkan pada pilihan antara satu calon dan kotak kosong, tetapi pada beberapa alternatif yang mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat secara nyata.
Hal tersebut disampaikan bakal calon Bupati Mamasa periode 2024-2029, Robinson Paul Tarru. Menurutnya, semakin banyak calon yang maju pada di Pilkada Mamasa dapat menghadirkan pilihan yang nyata dan kompetitif serta memastikan bahwa demokrasi yang di bangun benar-benar mencerminkan kehendak rakyat, serta menghindari distorsi yang merusak esensi demokrasi itu sendiri.
“Mari kita wujudkan demokrasi yang sehat, adil, dan inklusif, di mana setiap suara dan pilihan sungguh-sungguh dihargai,” ujar Robinson, Senin (26/8).
Ketua DPD Nasdem Mamasa menyampaikan pernyataan yang menegaskan bahwa tidak ada niat dari pihaknya untuk mengumpulkan banyak partai hanya demi menjegal calon-calon lain yang ingin maju dalam pemilu. Pernyataan ini juga menepis isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya dugaan strategi politik untuk membatasi kompetisi.
“Semua keputusan akan kami ambil dengan bijaksana dan berdasarkan kepentingan bersama, bukan untuk menghalangi siapapun yang berkeinginan baik untuk berkontribusi dalam pemilu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan mengenai dukungan dari partai lain, termasuk rekomendasi dari Partai PDI-P yang baru saja diterima, masih dalam tahap pertimbangan matang.
Hal ini menunjukkan bahwa segala keputusan yang diambil akan didasarkan pada kepentingan bersama, bukan untuk menghalangi siapapun yang memiliki niat baik untuk maju dalam pemilu.
“Kami menginginkan bahwa setiap langkah yang diambil adalah demi kebaikan bersama dan untuk demokrasi yang sehat,” ungkapnya. (*)






