Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Warga Pesisir Bontang Terus Terpukul Gas Langka, DPRD Desak Jalur Distribusi Laut

Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg. (Istimewa)

Katinting.com, Bontang – Masalah kelangkaan gas melon di Kota Bontang kian meresahkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyebut kelompok masyarakat tersebut menjadi pihak paling terdampak akibat minimnya akses distribusi elpiji subsidi.

“Kalau tidak ada gas, mereka terpaksa kembali pakai kayu bakar. Padahal semua rumah panggung, sangat berisiko,” ujar Rustam prihatin saat berbincang dengan awak media ini, Sabtu (28/6/2025).

Ia menilai pemerintah daerah dan Pertamina perlu membuka jalur distribusi khusus laut bagi wilayah-wilayah terpencil di Bontang, seperti Malahing, Selangan, dan sekitarnya. Ia mengatakan bahwa selama ini kebijakan distribusi cenderung berpaku pada kawasan darat, tanpa mempertimbangkan kondisi geografis masyarakat pesisir.

Menurutnya, fakta jika masyarakat pesisir tetap kesulitan mendapatkan gas meskipun distribusi diklaim meningkat menjadi bukti bahwa sistem penyaluran belum merata. Ia menegaskan pentingnya keadilan energi bagi semua lapisan masyarakat.

Selain itu, Rustam mengungkap adanya laporan bahwa harga jual gas subsidi di beberapa lokasi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, sehingga makin menyulitkan warga kecil.

“Harus ada pengawasan dan pemetaan ulang jalur distribusi,” katanya.

Komisi B DPRD Bontang akan segera menggelar rapat kerja dengan DKUMPP dan perwakilan Pertamina untuk membahas solusi konkret atas persoalan ini. Rustam menekankan bahwa distribusi berbasis keadilan wilayah harus menjadi prioritas kebijakan ke depan.

“Jangan biarkan warga pesisir terus jadi korban. Mereka butuh solusi nyata, bukan janji,” pungkasnya. (Re)

Share: