Katinting.com, Bontang – Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad, menanggapi positif capaian Pemkot Bontang yang mengklaim telah menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi buah dari sinergi kebijakan dan pengawasan yang efektif antara DPRD dan pemerintah daerah.
“Ini capaian luar biasa. Artinya, program yang dirancang selama ini benar-benar tepat sasaran dan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah,” ujar Arfian saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2025).
Ia menekankan, sejak awal DPRD mendorong agar program pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan upaya nyata yang menjawab kebutuhan warga secara konkret. Keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem dalam 100 hari, menurutnya, adalah bukti bahwa arah kebijakan dan pengawasan berjalan di jalur yang benar.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif RT, kelurahan, hingga OPD terkait. Ia menilai kerja kolektif inilah yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan keberhasilan tersebut.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar capaian ini tidak berhenti sebagai angka pencitraan. Arfian mendesak pemerintah untuk melanjutkan program dalam bentuk pendampingan jangka panjang, pelatihan keterampilan, dan peningkatan daya beli agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.
“DPRD akan terus mengawal agar intervensi sosial berikutnya lebih terarah dan berbasis data. Tidak boleh ada warga rentan yang terlewat hanya karena data tidak akurat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan dan validasi data secara berkala. Menurut Arfian, data yang akurat adalah dasar dari kebijakan publik yang adil dan efektif.
“Dewan siap bekerja sama untuk memastikan tak ada warga yang tertinggal. Kita ingin nol kemiskinan ekstrem ini bukan hanya selesai di laporan, tapi terasa dampaknya di lapangan,” pungkasnya.






