Katinting.com, Bontang – Penghapusan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) menuai polemik dari berbagai pihak. Salah satunya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris.
Ia menilai kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menurunkan kapabilitas pembelajaran di kalangan masa putih abu-abu.
Menurut politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, jurusan IPA dapat memperdalam pengetahuan peserta didik mengenai ilmu atau keterampilan proses dan metode ilmiah serta lebih memahami alam secara sistematis.
Sedangkan jurusan IPS berguna meningkatkan pola berfikir kritis siswa-siswi. Mampu mendewasakan siswa menggapai keberhasilannya dalam kehidupan bermasyarakat, sebab pelajaran ini berkaitan dengan individu, masyarakat, dan lingkungan.
Sementara adanya jurusan bahasa dapat meningkatkan komunikasi antarbudaya. Selain itu murid-murid mudah mengetahui bagaimana tata kalimat atau lebih bisa melafalkan kata demi kata dengan benar.
“Dari itu, saya menolak. Saya tidak setuju. Bagaimana kualitas pendidikan dan pembelajaran kalau ketiga jurusan itu dihapus,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia berharap pemerintah pusat mengkaji ulang dan mempertimbangkan keputusan tersebut. Mengingat kondisi real pendidikan di Indonesia khususnya Bontang tidak sama seperti metode pembelajaran luar negeri.
Sebagai informasi, kebijakan kontroversial ini sudah diterapkan secara bertahap dari 2021 lalu. Namun 2024/2025 penghapusan ketiga jurusan tersebut bakal merata diberlakukan di semua SMA se-Indonesia.
Penghapusan ini sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang terus digaungkan Kemendikbudristek, Nadiem Makarim.






