Bachtiar Adnan Kusuma - Foto pinisi.co.id
banner 728x90

Makassar, Katinting.com – Bachtiar Adnan Kusuma, tokoh perbukuan nasional, mengecam dugaan pembajakan buku novel epos Daeng Rioso oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat sebagai bentuk kejahatan institusional.

BACA JUGA: Dugaan Pembajakan Buku “Daeng Rioso”, Ini Tanggapan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulbar

“Ini tindakan pelecehan terhadap karya intelektual, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, oleh institusi negara yang berafiliasi dengan perpustakaan adalah kejahatan institusional,” ujar Bachtiar, penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI, Selasa (9/7/2024).

Bachtiar menegaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Barat, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas layanan pemustaka dan koleksi karya cetak penulis, harus mematuhi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

“Undang-undang tersebut menegaskan bahwa perpustakaan adalah institusi yang mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional,” terang Bachtiar.

Bachtiar menekankan bahwa pihak yang melakukan pembajakan buku atau memperbanyak dan mendistribusikan karya cetak tanpa izin dari penulis atau penerbit wajib dituntut secara hukum.

“Sebagai praktisi dan pelaku perbukuan nasional, kami mengecam dan menuntut keras tindakan pembajakan buku karya penulis dari Sulbar oleh lembaga negara yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom para pekerja buku di Indonesia,” tambah Bachtiar, yang telah menulis ratusan judul buku.

“Mari bersama kita melawan pembajakan buku dan menjaga integritas karya intelektual di negeri ini,” tegas Bachtiar, tokoh literasi yang aktif menulis di berbagai media nasional. (rls)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here