Katinting.com, Bontang – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Amir Tosina kembali menyoroti pengerjaan kapal cepat rute Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Lantaran hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru perihal progres penyelesaian kapal tersebut. Sementara masyarakat sudah lama menantikan pelayanan jalur laut ini terealisasi.
“Belum ada kabar ter-update kapan selesainya. Tahun lalu infonya bodinya sudah terpasang, tinggal mesin,” ungkapnya, Sabtu (27/7/2024).
Politisi yang akrab disapa Atos itu mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang bertandang ke Galangan Balikpapan. Kunjungan tersebut kata dia, guna memastikan kapan penyelesaian kapal feri ini.
“Monitor ke galangan langsung, jadi kita tahu bagaimana progresnya. Masyarakat juga tidak bertanya-tanya lagi,” sebutnya.
Pun Atos bilang, masyarakat wajar mempertanyakan hal tersebut. Lantaran mereka sudah cukup lama menunggu pengoperasian transportasi laut yang digadang-gadang hanya memakan waktu delapan jam dari Bontang – Mamuju.
Menurut dia, penyebrangan jalur cepat ini berpotensi meningkatkan ekonomi melalui perdagangan, baik itu barang yang diperjualbelikan warga Bontang ke Mamuju ataupun Mamuju ke Bontang.
Selain itu, warga yang bertolak ke Sulbar pun sebaliknya tidak perlu mengeluarkan ongkos lebih lagi sekedar untuk membayar akomodasi ke Samarinda dan Balikpapan. Lantaran Bontang sudah punya jalur sendiri.
“Lebih efisien, tidak perlu keluar biaya banyak. Biasanya kalau mau ke Mamuju harus ke Samarinda atau ke Balikpapan. Ongkosnya tentu lebih besar,” urainya.
“Rute ini akan berdampak positif, terutama bagi warga yang mengambil dagangan dari Mamuju ke Bontang ataupun sebaliknya,” timpalnya.
Lebih jauh, Atos berharap pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya dalam memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di lingkupnya. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas berupa transportasi.
“Transportasi laut penting untuk menunjang kenyamanan perjalanan mereka menuju daerah lainnya,” pungkasnya.






