Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sinkronisasi Data Bermasalah, Pupuk Gratis Petani Mamasa Belum Sentuh Semua Poktan

Mamasa, Katinting.com – Program Pupuk Gratis yang menjadi salah satu visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Mamasa saat Pilbup 2024 mulai memasuki tahap penyaluran. Namun, implementasi di lapangan belum berjalan mulus. Sejumlah kelompok tani (Poktan) mengeluhkan tidak semua terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), yang menjadi dasar penyaluran pupuk.

Hal tersebut mencuat dalam rapat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Senin (1/9). Seorang penyuluh pertanian yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara data yang mereka input dengan data yang tercatat dalam RDKK.

“Data yang kami ajukan sesuai dengan luas lahan kelompok tani. Tapi setelah rapat, ternyata tidak semua masuk RDKK. Akibatnya, kami sering jadi sasaran amarah masyarakat karena ada yang tidak kebagian pupuk,” keluhnya.

Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Bernard, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyaluran pupuk gratis tahap awal memang belum mencakup semua Poktan, namun pihaknya berkomitmen memperbaiki data agar lebih akurat.

“Benar, tidak semua masuk dalam RDKK. Olehnya itu, mulai 25 Oktober 2025 kami akan melakukan pendataan ulang agar kelompok tani yang belum terakomodir bisa diajukan kembali sehingga berhak mendapat pupuk gratis,” jelas Bernard.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Mamasa, Herry Kurniawan, menambahkan bahwa anggaran pupuk gratis telah disiapkan. Ia menegaskan dana sebesar Rp14 miliar telah dialokasikan untuk program tersebut.

“Dananya sudah tersedia dan siap disalurkan. Tinggal menunggu sinkronisasi data agar semua kelompok tani bisa menerima pupuk sesuai jatahnya,” ungkap Herry.

Program pupuk gratis ini diharapkan dapat meringankan beban petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mewujudkan salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Mamasa. Namun, permasalahan sinkronisasi data antara penyuluh dan RDKK menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (Saldi)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat