Tampak siswa dari salah satu sekolah di Mamuju Tengah, harus belajar dengan kondisi mobiler yang sudah tak layak. (Dok Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Temuan puluhan sekolah di Mamuju Tengah, oleh anggota DPRD yang tak memiliki mobiler yang layak, dan kemudian ada beberapa sekolah benar benar tak memiliki mobiler, hingga membuat siswanya melantai dalam proses belajar mengajar , mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mamuju Tengah.

Ditemui di ruang kerjanya Selasa (25/10), Sekertaris Disdikbud Mamuju Tengah Marhudding Rosniah, mengakui bahwa temuan itu benar adanya, tapi juga tidak menjadi alat konfirmasi bahwa semua sekolah mengalami persoalan mobiler. Karena, beberapa sekolah lainnya, juga sudah terpenuhi mobilernya.

Baca juga : Legislator Mamuju Tengah Geram, Temukan 96 Sekolah Tanpa Mobiler Layak, Herlina : Empat Sekolah Benar benar Tanpa Bangku dan Meja

Katanya, bahwa apa yang di temukan oleh anggota dewan dalam pemantauannya beberapa waktu, itu juga sudah menjadi perhatian Disdikbud Mamuju Tengah, bahkan sudah masuk perencanaan anggaran, termasuk kemudian berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan menyelesaikan persoalan mobiler, juga sudah di hitung.

“Jadi ada memang beberapa sekolah dalam data kami, yang perencanaan anggarannya sudah kami siapkan sebelum Pandemi Covid-19 menjadi problem keuangan kita, yang mengharuskan memangkas beberapa pos program, ya jumlah kursi dan kebutuhan anggarannya pun kami sudah hitung secara cermat, tapi saat kami ajukan, kita terkendala pada kondisi keuangan” kata Marhudding.

Ia menuturkan dalam lima tahun terakhir pihaknya memang fokus pada pembenahan gedung sekolah, semua sekolah yang kondisi gedungnya memprihatinkan kita benahi, dan bisa dilihat hari ini, tersisa nol koma sekian persen yang memang belum pihaknya sentuh.

“Nah hanya saja masalahnya, rehab sekolah ini berbeda dengan pembangunan gedung baru, karena kalau rehab sekolah, memang tidak satu paket dengan mobilernya, sementara pembangunan baru mobilernya satu paket, jadi bangunan baru sekolah di Mamuju Tengah, sudah tak ada persoalan dengan mobilernya” tutur Marhudding.

Untuk itu, ia menyampaikan pesan, bahwa mendapatkan kabar dari bagian keuangan dengan membaiknya fiskal kabupaten Mamuju Tengah pasca Pandemi Covid-19, dipastikan pihaknya akan menyelesaikan dan menuntaskan persoalan mobiler ini, dan memastikan perencanaan anggaran tahun 2023 nanti mobiler ini menjadi konten utama disegerakan.

“Kami pastikan, akan menuntaskan, hanya karena kondisi keuangan, maka belum kelar kemarin, sebab dengan membaiknya kondisi fiskal kedepan, tentu urusan penganggaran pengadaan mobiler yang kami hitung akan menyerap anggaran kurang lebih Rp.1,2 miliar, tentu akan menjadi perhatian kami” pungkas Marhudding.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan

Comment