Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Rumah Warga di Gunung Telihan RT 7 Tertimpa Pohon: Korban Harap Ada Ganti Rugi dari Pemilik Lahan

Proses Evakuasi Pohon Tumbang

Katinting.com, Bontang – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang pada Senin (12/5/2025) dini hari menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga di Kelurahan Gunung Telihan RT 7, Kecamatan Bontang Barat.

Rukimin, pemilik rumah yang terdampak paling parah, menceritakan detik-detik peristiwa tersebut. Usai melaksanakan salah Subuh, ia mengaku mendengar suara gemuruh seperti tanah longsor. Ia bergegas keluar rumah dan melihat kondisi atap yang tampak masih utuh. Namun saat memasuki kamar mandi, ia baru menyadari bahwa pohon besar telah roboh di belakang rumahnya.

“Saya langsung keliling ke samping rumah, semua sudah tertutup dahan pohon, dan ternyata atap seng sudah jebol,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Ia pun segera melapor ke Ketua RT 07, yang kemudian mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Ketua RT di HOP. Setelah dilakukan pengecekan, Rukimin diminta menghubungi pihak pemilik lahan tempat pohon itu tumbuh, serta melaporkan kejadian ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sekitar pukul 06.00 WITA, Ketua RT bersama petugas dari Disdamkartan dan BPBD datang meninjau lokasi. Namun, pihak pemilik lahan belum dapat turun ke lokasi karena hujan masih mengguyur,” ucapnya.

Tidak hanya rumah Rukimin, pohon tumbang itu juga berdampak pada satu rumah lainnya. Meskipun kerusakannya tidak separah rumah Rukimin, bagian belakang rumah tersebut ikut terdampak karena pohon mengenai kandang ayam milik warga beserta penampungan airnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Guyuran hujan yang terus berlanjut membuat air merembes masuk ke berbagai sudut rumah Rukimin. Dari dapur, ruang tengah, hingga kamar tidur mengalami kebocoran. Akibatnya, ia terpaksa menaruh ember-ember di berbagai titik untuk menampung air hujan yang terus menetes dari plafon.

“Airnya sampai penuh, kami bolak-balik buang air dari ember karena terus terisi,” tuturnya.

Lebih jauh ia berharap, ada bentuk tanggung jawab dari pemilik lahan tempat pohon itu tumbuh, mengingat kerusakan yang terjadi cukup parah. Ia bilang, lahan tersebut merupakan milik salah satu perusahaan industri di Kota Bontang.

“Harapan kami, semoga ada ganti rugi dari pihak yayasan atau perusahaan, karena pohon itu tumbuh di atas tanah milik PT Badak NGL. Saya juga dulu sudah sempat melarang penanaman pohon itu karenaa dekat dengan rumah. Tapi katanya tidak apa-apa, demi penghijauan. Tiba-tiba pagi ini sudah tumbang,” tutupnya.

Penulis : Zulhijjah

Share: