
Mateng, Katinting.com – Waktu menunjukan 09.00 pagi, Jumat (19/07), tepatnya disamping Pos Yandu, Dusun Swakarsa, Desa Salupangkang 1, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah. Puluhan orang berbaur bersama Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, mendirikan rumah untuk Keluarga Nurhayati.
Terik matahari yang cukup menyengat, tak membuat urung semangat kebersamaan antara warga dan pemerintah dari tingkat Desa hingga Kabupaten, dan tampak juga Waka Polres Mamuju Tengah, Kompol Ramli, Kapolsek Topoyo, IPDA Herman, Babinsa Salupangkang, Wakil Ketua DPRD Mamuju Tengah, Herman, juga beberapa Kepala OPD dan Kepala Perbankan di Mamuju Tengah, memastikan ramuan rumah bantuan untuk keluarga Nurhayati, berdiri.
BACA JUGA : Keluarga ini, Hidupnya Benar-benar Miskin,
Pun Ditinggalkan PKH, BST dan BLT DD
Nurhayati warga miskin dari Desa Salupangkang 1, yang hidup dibawah gubuk beratapkan dan berdinding tenda tarpal bekas, selama kurang lebih dua tahun, baru mendapatkan satu unit bantuan perumahan dari Program Membangun Rumah Rakyat (Membara) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Mamuju Tengah.
Selain bantuan perumahan, Nurhayati juga mendapatkan bantuan pangan dari Dinas Sosial Mamuju Tengah,serta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mamuju Tengah, sehingga dalam kegiatan pembangunan pendirian rumah untuk Nurhayati dan keluarga Dinsos Mamuju Tengah dan Baznas Mamuju Tengah tampak ikut mempersiapkan acara beserta dengan Pemdes Salupangkang 1 dan Pemerintah Kecamatan Topoyo.
Kepala DPRKP Mamuju Tengah, Faisal Anwar, mengemukakan bahwa bantuan perumahan untuk keluarga Nurhayati ini, adalah bersumber dari Program Membara, yang merupakan program donasi bersama dari berbagai pihak yang memiliki kemampuan berdonasi. Entah memberikan uang tunai maupun dalam bentuk barang.
“Dan hari ini, kita bisa saksikan dimulainya pembangunan rumah untuk Nurhayati dan keluarga dari Program Membara, dan kami sengaja membangunkan rumah dengan kontruksi kayu, dengan pertimbangan, nanti kalau Nurhayati ada reski, bisa beli tanah, maka rumah tersebut mereka dengan mudah bisa angkat atau pindah kelokasinya, sebab saat ini lokasi yang menjadi tempat kami dirikan rumah, adalah lahan aset desa yang dipinjam pakaikan,” terang Faisal.
Namun ditempat yang sama, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, menyampaikan rasa bahagianya, sebab bisa hadir menyaksikan lansung pembangunan pendirian rumah dari Nurhayati beserta keluarganya. Namun, karena Ia baru mengetahui kalau lokasi tempat didirikannya rumah bantuan untuk Nurhayati sekeluarga, adalah lahan aset desa, sehingga memutuskan dan meminta kepada pihak Pemdes Salupangkang 1 dan Pemerintah Kecamatan Topoyo, agar tanah tersebut dibuatkan sertifikat menjadi hak milik dari Nurhayati dan keluarga.
“Saya ingin memastikan agar lahan tempat didirikannya rumah bagi Nurhayati ini, menjadi lahan milik dari keluarga Nurhayati, dan biaya penggantian dari penggantian menjadi hak milik ini menjadi tanggungjawab saya, karenanya saya minta kepada Kades dan Camat segera diurus diselesaikan,” tegas Aras disambut tepuk tangan dari warga yang hadir.
Ia menuturkan bahwa kedepan jangan lagi ada ditemukan warga di Mamuju Tengah, yang layak mendapatkan bantuan perumahan dan sembako, tapi tidak masuk dalam daftar penerima bantuan. Kepala Desa sampai jajarannya kebawa harus memastikan bahwa warganya yang berhak mendapatkan bantuan sudah terdata semua.
“Karenanya bagi warga yang tak berhak mendapatkan bantuan tapi mendapatkan bantuan keluarga miskin, agar bisa menolak dan meneruskan bantuan tersebut kepada yang berhak,” pungkas Aras.
(Mahfudz)






