Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

RSUD Sulbar Perkuat Layanan Penanggulangan Hepatitis, Fokus pada Pencegahan Penularan Ibu ke Anak

Mamuju, Katinting.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat melakukan terobosan signifikan dalam program penanggulangan hepatitis. Hal ini ditandai dengan kunjungan tim Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI untuk kegiatan orientasi dan pendampingan intensif, Kamis (16/10).

BACA JUGA: RSUD Sulbar Gelar Edukasi Seru di Hari Cuci Tangan Sedunia

Kunjungan yang dipimpin oleh dr. Tri Setyanti, M.Epid dan didampingi langsung oleh Tim Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat ini disambut antusias oleh jajaran pimpinan dan unit terkait di RSUD Sulbar. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur ini difokuskan untuk mempercepat dan mempertajam implementasi program, khususnya dalam pencegahan penularan hepatitis dari ibu ke anak (PPIA).

“Komitmen kami adalah memutus mata rantai penularan hepatitis, dan dimulai dari intervensi yang tepat pada ibu hamil. Kolaborasi dengan pusat ini menjadi energi baru untuk mengoptimalkan setiap langkah strategis,” ujar perwakilan manajemen RSUD Sulbar dalam sambutannya.

Beberapa poin kunci yang menjadi fokus pembahasan dalam pendampingan ini meliputi:

  1. Skrining Dini pada Ibu Hamil: Penguatan pemeriksaan hepatitis pada masa Antenatal Care (ANC) untuk deteksi sedini mungkin.
  2. Digitalisasi Pelaporan: Optimalisasi penggunaan aplikasi ‘Si Hepi’ (Sistem Informasi Hepatitis) untuk memastikan pelaporan data yang akurat dan real-time.
  3. Jaminan Ketersediaan Obat: Memastikan ketersediaan obat antiviral seperti ‘Tenofovir’ secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan terapi.
  4. Penataan Ulang Sistem: Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan pembaruan tim program agar layanan lebih terintegrasi dan efektif.

Melalui kegiatan ini, RSUD Sulbar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif membangun sistem yang responsif. Peningkatan layanan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan sistem pelaporan menjadi pilar utama dalam mendukung suksesnya program nasional penanggulangan hepatitis.

Diharapkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan fasilitas kesehatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka penularan hepatitis dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat