Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah mengintensifkan program Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK-25) dengan menurunkan ratusan kader ke lapangan sejak awal pekan ini. Para kader akan menyambangi rumah-rumah warga hingga 21 Agustus mendatang untuk mencatat kondisi riil setiap keluarga.
Pendataan ini menjadi prioritas pemerintah karena akan menjadi dasar dalam menyusun arah kebijakan sosial, ekonomi, dan pembangunan kota ke depan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya data keluarga yang valid agar intervensi pemerintah benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.
“Ketika kita punya data mikro yang akurat, kita bisa menyusun kebijakan yang benar. Tidak hanya untuk stunting, tapi juga kemiskinan, pengangguran, bahkan pendidikan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Seluruh kader pendata telah dibekali pelatihan teknis untuk memastikan proses pendataan berlangsung profesional dan hasilnya akurat. Mereka bertugas mencatat berbagai informasi terkait kesejahteraan, jumlah anggota keluarga, status pendidikan, hingga kondisi anak dan lansia.
Warga pun diminta berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan kader pendata dan memberikan informasi yang jujur. Menurut Neni, keberhasilan pendataan sangat bergantung pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pengumpulan angka, tapi gerakan bersama. Kalau datanya benar, kebijakan akan lebih adil dan tepat sasaran untuk semua warga,” tuturnya.
PK-25 juga merupakan bagian dari strategi nasional BKKBN dalam menyusun basis data keluarga yang lengkap dan mutakhir. Hasilnya akan digunakan untuk berbagai program strategis, seperti percepatan penurunan stunting, perlindungan anak, serta peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia.
Pemkot Bontang berharap, pendataan tahun ini bisa menjadi momentum perbaikan menyeluruh, terutama dalam menjawab tantangan gizi buruk dan kesenjangan sosial yang masih terjadi di sejumlah wilayah kota.
Dengan sisa waktu kurang dari satu bulan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama para kader terus menggenjot pencapaian agar target pendataan tercapai 100 persen. (Re)






