Mamuju, Katinting.com – Pada program pemerintah untuk bantuan pangan dalam penurunan dan pengentasan daerah rentan rawan pangan, PT. Berdikari menjadi pihak yang supleyer telur dan ayam.
Sebanyak 1,4 juta keluarga resiko stunting (KRS) di Indonesia yang terbagi dalam delapan provinsi mendapatkan bantuan pangan tersebut salah satunya Sulawesi Barat.
Di Provinsi ke 33 ini, sebanyak 8000 KRS dari enam kabupaten yang mendapatkan bantuan pangan dari Badan Ketahanan Pangan Nasional tersebut.
Pada launching program pemerintah untuk bantuan pangan dalam penurunan dan pengentasan daerah rentan rawan pangan yang diselenggarakan di Kantor Bupati Mamuju, Sabtu (20/5/23) pagi tadi, Selain di hadiri Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, PT. Pos sebagai penyalur, Komisaris PT Berdikari, Raditya Ardimas Anwar juga turut hadir.
“8000 untuk tahap pertama dan insyaallah akan tiap bulan ke KRS. Saya juga kebetulan untuk menjaga kesiapan telur dan ayam yang ada di Sulbar,” kata Komisaris PT Berdikari, Raditya Ardimas Anwar yang juga, juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebagai pihak penyuplai dalam program pemerintah pusat ini, anak Gubernur Sulbar Periode 2006-2016 ini akan mengambil ayam dan telur di daerah tempat penyaluran.
“Kita kalau bisa kita ambil ayam dari Sulbar, kalau dari Mamuju, kita ambil di Mamuju kalau di Polman, kita upayakan juga dari, ini kita lakukan agar bantuan yang kita salurkan betul-betul masih fresh sampai ke penerima,” kata Raditya Ardimas Anwar.
Jika penyalurlan berjalan lancar, dia mengungkapkan program ini akan berjalan hingga setahun kedepan. “Kami mengusahakan akan tambahan daging sapi berikutnya,” tutupnya.
Sekedar diketahui, PT Berdikari merupakan salah satu perusahaan pelat merah di Indonesia. PT Berdikari adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan terintegrasi ayam, sapi, domba, kambing, kerbau, serta produk olahannya.
Berdikari menjadi bagian dari holding BUMN pangan ID FOOD, mereka terus bertransformasi secara inovatif, kompetitif, dan tumbuh berkelanjutan guna mewujudkan kemudahan akses pangan bagi masyarakat Indonesia.
Pada sektor operasinya, mereka memiliki merek retail produk olahan daging sapi dan ayam bernama BeBest. Produk terkait di antaranya adalah sosis, chicken nugget, bakso, kornet, serta berbagai potongan daging ayam dan sapi.
(Zulkifli)






