Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Petani Butuh Suplai Bibit Jagung

Hamparan tanaman jagung milik petani jagung, yang bibitnya di beli sendiri di Toko Tani yang ada di Mamuju Tengah. (Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Petani tanaman jangka pendek di Mamuju Tengah, mengeluhkan tidak adanya lagi bantuan bibit jagung dari pemerintah melalui dinas terkaitnya, dalam satu tahun terakhir.

Menurut mereka, tahun tahun sebelumnya, jumlah suplai bibit jagung masuk Mamuju Tengah cukup besar, sehingga petani hanya benar benar menyiapkan lahan untuk media tanam, sebab pupuknya pun juga ditanggung oleh pemerintah.

Akan tetapi memasuki tahun 2020 ini, sudah menjelang habis triwulan III masa program, bahkan sejak triwulan keempat tahun 2019, suplai bantuan bibit jagung sudah terhenti. Padahal di masa Pandemi Covid-19 ini, bercocok tanam, tanaman jangka pendek lah yang cocok menjadi pilihan petani.

“Hanya saja, kami sebagai petani, malah kesulitan mendapatkan bibit jagung yang baik, kalaupun ada tersedia di toko Tani, harganya jauh lebih mahal dari sebenarnya saat ini,” ungkap Sardiman, petani jagung dari Wae Puteh, Kecamatan Topoyo, Selasa (11/08).

Senada dengan petani dari Wae Puteh, Karman, petani jagung dari Salubejau, Kecamatan Karossa, juga mengeluhkan sudah tidak adanya bantuan bibit jagung dari dinas pertanian. Berbeda beberapa tahun lalu, petani bisa merasakan peningkatan pendapatan dengan bercocok tanam jagung. Sebab, petani mendapatkan bibit jagung berkuawalitas.

“Tapi sejak akhir tahun 2019 lalu, kami sudah tak mendapatkan lagi bantuan bibit, jadinya kami membeli sendiri, dengan harga yang cukup mahal di Toko Tani yang ada di Mamuju Tengah,” beber Karman.

Karenanya Ia berharap agar pengadaan bibit jagung bagi petani jagung, bisa di program lagi, sebab semestinya di masa Pandemi ini, petani bisa lebih menikmati hasil pertaniannya kalau di suplai bibit oleh pemerintah, sehingga tak perlu merasakan dampak besar kemerosotan pendapatan akibat Pandemi.

“Karena bisa dilihat dari hasil survey BPS secara nasional, justru pertanian menjadi salah satu sektor cukup kuat bertahan di masa Pandemi Covid-19, makanya kami berharap, agar pemerintah dapat memprogram pengadaan bibit jagung bagi petani jagung kembali di Mamuju Tengah,” pungkas Karman.

(Mahfudz)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat