Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berbenah dalam sistem perekrutan tenaga kerja. Tahun 2026 mendatang, Pemkot akan menerapkan skema baru yang menghapus celah permainan “orang dalam” dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan pemerataan kesempatan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan, Pemkot akan bertindak sebagai penghubung aktif antara pencari kerja dan perusahaan. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) nantinya akan menyusun dan mengirimkan daftar lengkap pencari kerja sesuai dengan permintaan kebutuhan dari setiap perusahaan.
“Mulai sekarang tak ada lagi istilah ‘orang dalam’. Setiap warga punya hak yang sama untuk bekerja,” ujar Agus Haris saat ditemui pada Kamis (24/7/2025).
Hal ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang bersih dan akuntabel. Tahun ini difokuskan untuk pendataan, guna membentuk basis informasi tenaga kerja yang solid dan bisa diakses publik.
Menurutnya, data pencari kerja akan dipublikasikan secara terbuka agar perusahaan dan masyarakat bisa memantau langsung kebutuhan dan penyerapan tenaga kerja. Dengan begitu, proses seleksi lebih mudah diawasi dan ruang kecurangan bisa diminimalkan.
“Ini pekerjaan besar. Kami tak bisa mengatur pilihan warga, tapi kami bisa memastikan sistemnya adil dan transparan,” ungkapnya.
Tak hanya soal keterbukaan, data tersebut juga akan diperbarui secara berkala. Pemutakhiran ini penting untuk mencocokkan profil pencari kerja dengan sektor yang sedang berkembang dan dibutuhkan perusahaan.
Data dari Pemkot Bontang menyebutkan, saat ini ada 5.425 pencari kerja yang siap disalurkan ke dunia kerja. Mereka tersebar di 25 bidang keterampilan. Dari segi pendidikan, didominasi lulusan SLTA sebanyak 3.058 orang, disusul sarjana 1.413 orang.
Sementara itu, pencari kerja yang berlatar belakang pendidikan dasar, seperti tidak tamat sekolah, SD, dan SMP, juga tetap masuk dalam pendataan.
Kebijakan tersebut juga diklaim sebagai bagian dari strategi menekan angka pengangguran di Bontang. Target besar bahkan dipasang: nol pengangguran dalam tiga tahun ke depan.
Dengan fondasi data yang kuat dan kolaborasi aktif antara pemerintah dan swasta, reformasi sistem perekrutan ini diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas hidup warga Bontang. (Re)






