Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemkab Mamuju Tengah, Peringati Upacara 17 Agustus Terbatas

Upacara pengibaran bendera merah putih dihalaman kantor Bupati Mamuju Tengah, dalam penerapan protokol kesehatan, peringati 17 Agustus. (Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Pelaksanaan upacara bendera peringati hari jadi Republik Indonesia dimasa Pandemi Covid-19, di Mamuju Tengah, dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan.

Mulai dari peserta upacara, hingga inspektur upacara menggunakan protokol kesehatan dengan masker dan jaga jarak, sehingga peserta upacara yang biasanya lebih dari 12 peleton, kali ini hanya tujuh peleton dengan kekuatan masing masing satu peleton.

TNI 1 Peleton, Polri 1 Peleton, Tagana Dinsos 1 Peleton, Damkar 1 Peleton, BPBD 1 Peleton, Satpol PP 1 Peleton, dan Tenaga Kesehatan 1 Peleton, tentu dengan kondisi menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya, tapi tak meninggalkan kesan khidmat, termasuk pasukan pengibar bendera biasanya berjumlah 120 orang, kali ini hanya enam orang.

Ditemui usai upacara bendera, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, menyampaikan harapannya, kendati penyelenggaraan Agustusan dalam suasana Pandemi Covid-19, hendaknya tak mengurangi nilai nilai penghargaan kita pada peringatan hari jadi Indonesia.

“Karena 17 Agustus ini, adalah hari kemenangan kita bangsa Indonesia, hari kemerdekaan kita sebagai bangsa yang berdaulat, maka semangat kemerdekaannya jangan luntur karena pandemi ini,” harap Aras.

Untuk Ia menegaskan bahwa momentum peringatan puncak hari kemerdekaan kita yang ke 75 tahun ini, sekalipun dalam suasana yang kita rasakan berbeda, tapi semangat juang para pemimpin kita terdahulu, yang berjuang merebut republik ini dari penjajah, hendaklah tetap dikenang dengan upacara penaikan bendera sang merah putih.

“Karena dengan memberikan penghormatan yang mendalam kepada pahlawan kemerdekaan kita, akan menjadi contoh bagi generasi kita kedepan, untuk melakukan hal yang sama,” pungkas Aras.

(Mahfudz)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat